Jumat, 01 Januari 2016

Solusi untuk Mencapai Resolusi


Sebelum bicara soal resolusi kita untuk tahun depan, aku pengen flashback ke tahun 2015.
Alhamdulillah, banyak sekali keinginan aku yang beberapa tahun lalu sudah aku masukan dalam list yang harus aku capai dan Alloh mengabulkannya ditahun 2015 ini.

Ditahun 2015 ini tepatnya bulan Januari bisa ngerayain ulangtahun Ang yang ke-4 (setelah dibulan Oktober 2010 kita berkomitmen lebih dekat) dan InsyaAlloh seterusnya ngerayaian bareng. Dibulan Februari, aku diajak daki gunung untuk pertama kalinya sama Aang ke Gunung Munara, Rumpin. Dibulan ini juga aku mendapatkan pekerjaan yang InsyaAlloh lebih baik, mempunyai keluarga baru dan mendaftarkan kuliah. YES! Lanjut dibulan kelahiran aku bulan April, aku bisa merayakan ulang tahun pertama aku yang dirayain dengan Aang dan adik kedua (baru) aku Hanifah Nursyifa. Dibulan Juli, ini kali kedua aku diajak daki gunung sama Aang (lagi) ke Gunung Papandayan, Garut. September, aku mulai masuk kuliah. Bulan sakral untuk kita berdua yaitu bulan Oktober dimana merupakan tanggal 17 adalah hari jadi kita yang ke-5 dan berharap langgeng terus sama Aang, Aamiin dan bulan ini juga aku bisa membeli barang-barang yang sangat amat penting yang aku dambakan (lebay) sejak dulu yang salah satunya di-support oleh Mamah *makasih ya Maaah* :*. November, bulan ini menjadi bulan sakral juga bagi kita setelah tahun kemarin (2014) aku punya adek cantik nan jutek yaitu Hanifah Nursyifa. Dan dipenghujung tahun 2015 ini yaitu bulan Desember aku sangat bersyukur atas apa yang Alloh kasih ke aku dengan kebahagiaan yang hadir tiap detiknya. Tahun 2015, Alhamdulillah aku dan Aang diberi rezeki terus untuk jalan-jalan.

Dan berbicara soal resolusi tahun 2015 ini, aku berharap selalu dikelilingi oleh orang yang selalu sayang sama aku dan diketemukan dengan orang-orang yang tidak munafik seperti yang pernah aku temukan ditahun kemarin. Orang yang berpura-pura baik namun jijik dibelakang yang hanya membanggakan dirinya sendiri dengan nyinyir tentang kebaikan orang lain (berpikir keras) kalaupun diketemukan berharap aku selalu dalam lindungan Alloh. Disehatkan kedua orang tua aku dan Aang, aku, Aang dan adik-adikku yang tumbuh dengan baik. Ditahun yang baru ini juga aku berharap Aang bisa menyelesaikan kuliahnya dan aku kuat dengan kerja yang dibarengi kuliah juga, Aamiin. Serta aku dan Aang selalu bisa traveling terus dan Alloh selalu memberi rezeki kepada aku dan Aang. Oiya jangan dulu nanya kapan nikah yaa hihi... karena itu semua hanya Alloh yang tahu. Aku sama Aang memang masih sangat muda, jadi kita berdua masih mengumpulkan ilmu, rezeki dan segala sesuatunya untuk masa depan, tapi kembali lagi kita berdua serahkan semuanya sama Alloh yang Maha Mengetahui. Ditahun ini, yaitu tahun ke-6 kita dan ditulisan-tulisan blog aku ini Alhamdulillah hanya ada nama Kamu Ang tanpa ada cerita-cerita cinta (lelaki) lain yang penuh dengan basa-basi busuk seperti cerita cinta orang lain (ganti ini itu).

Walaupun aku tau hidup itu tidak semanis madu, tapi aku yakin tidak pernah ada hasil yang mengkhianati usaha. Solusi untuk mencapai resolusi adalah selalu mengucap Alhamdulillah dan usaha.

Be Confidence. Be Awesome. Be cheerful. Be yourself.

Minggu, 27 Desember 2015

Arung Jeram di Sungai Cisadane

Akhir tahun enaknya ngapain yaaaak? 

Ini kedua kalinya aku diajak Farhan jalan-jalan bareng keluarganya. Mamah, Bapa, Teh Dya dan Teh Fira, semuanya lengkap dan ada satu sepupu Farhan. Tetep selalu ngerasa canggung tapi Bissmillah. Jalan-jalan kita kali ini agak berbeda, waktu libur lebaran lalu kita daki Gunung Papandayan, Garut, kali ini untuk mengisi akhir tahun kita bakalan jalan-jalan di aliran Sungai Cisadane dengan start di Caringin (sebelum Stasiun Maseng). Yeah, akhirnya kesampean juga yaaa. Kita siap untuk arung jeram atau rafting, kita siap untuk basah-basahan, dan kita juga siap untuk panas-panasan. Kali ini spesial, Bapa Farhan siap ikut terjun nemenin kita, kecuali Mamah yang nungguin di gazebo yang disediain oleh provider “ALAMANDA” dibaca Alam(spasi)Anda, itu nama provider yang kita pilih untuk nemenin kita menjajal Sungai Cisadane. Ngomong-ngomong, biaya untuk rafting itu Rp. 200,000 sudah mencakup transportasi dari finish pulang lagi ke start, makan berat, minuman segar dan cemilan. WOOW!
Sebelum kita terjun ke sungainya, kita wajib menggunakan helm, jaket pelampung dan memegang satu dayung (terserah mau dipake atau tidak hehe) sebelum dimulai kita mesti pemasan dulu dan kita juga diberi pengarahan dulu oleh Aa-Aa yang ada di situ dan disetiap perahu karet ditemeni oleh satu pemandu yang siap sedia kerja keras untuk mendayung dan menstabilkan perahu kita pas nyangkut di bebatuan atau bahkan mau kebalik. Ketika pengarahan pun kita dibekali aba-aba seperti maju (berarti dayungnya digerakan ke depan), mundur, boom depan (berarti badan dan kepala kita condong ke depan untuk menghindari ranting pohon), boom belakang, kiri (berarti orang yang di samping kanan geser ke kiri) dan kanan. 
Kami pun dijaga oleh satu perahu yang diisi 3 pemandu yang selalu ngawasin kita dan juga untuk mengambil foto-foto kita semua, jadi kita ga repot untuk foto-foto tapi Farhan juga gak lupa pasang kamera dihelmnya si pemandu untuk video-in kita semua. Seru kan!
Di Sungai Cisadane ada beberapa nama jeram. Tapi maaf aku lupa, aku cuma inget satu jeram yaitu jeram kerinduan. Asli kocak, entahlah kenapa dinamai itu. Menurut aku jeram-jeram itu sudah membuat aku teriak-teriak, apalagi diterakhir ada dam, dimana kita bisa serodotan *bagi yang berani* atau berenang-berenang. Walaupun saat itu Bogor sudah beberapa hari tidak hujan. Kebayang gak sih kalo semalemnya ujan, terus debit air Cisadane sederas apa?

Tak jauh dari dam, ternyata kita sudah mau sampai finish yaitu di daerah Ciletuh. Di finish kita sudah disajikan camilan tahu sumedang (walau lagi di Bogor) dan kelapa ijo muda. Seger. Lalu kita kembali ketemu Mamah dengan mobil pick up (dugul) ke tempat dimana Mamah sudah menunggu. Ternyata ketika kami tibapun, kita sudah disediakan box makan. Ini sih asli sehat, seneng dan kenyang.
Soon, kita jalan-jalan lagi yaaa.


Minggu, 13 Desember 2015

Kita Seperti Air



Air mengalir dari hulu ke hilir, dari mata air ke muara, dengan deras maupun kecil, dengan kencang ataupun lambat, tak kala terkadang terhenti karena tertahan bendungan karung pasir.

Layaknya mereka (Air), semoga cinta inipun akan terus mengalir sampai ke suatu hal yang serius yaitu muara rumahtangga. Meskipun kadang pupundungan dan aambekan menghampiri.

-Muhamad Rizki Farhan-
Aamiin

Jumat, 13 November 2015

Aku, Kamu dan Kinang Jalan-Jalan Ke Leuwi Lieuk

Keinginan nge-trip jauh belum terealisasikan. Sampai suatu malam ketika Aang jemput aku pulang kuliah, di perjalanan Aang cerita teman-teman kuliahnya dadakan ngajak ke Leuwi Lieuk, besok. Tanpa pikir pajang dengan manja aku rayu Aang buat kita ikut. Namun kita berdua ragu dengan kondisi waktu dimana minggu ini kita berdua sedang UTS, aku yang sedang kerja juga dan Aang dengan dateline pesanan Galeri Ageungnya. Tapi kapan lagi coba... masalahnya sih cuma satu karena besok aku masih harus kerja dan Aang gak mau aku cuti karena diajak nge-trip itu “Farhan ngajak kamu besok berangkat sama aja kaya ngajak kamu mabal sekolah”. Tapi aku yakinin dia dengan sisa cuti kerja aku yang masih banyak yang sayang kalo gak dipake. Namun ketika obrolan dilanjut di rumah aku, Aang mutusin kita buat gak ikut karena tetap dengan masalah aku yang dadakan cuti. Oke mungkin lain waktu.
Pagi. Ada BBM dari Aang yang bangunin aku. Terus aku solat, mandi dan siap-siap buat berangkat ke kantor. Tapi tiba-tiba Aang BBM yang katanya teman-temannya bawel buat ngajakin ke Leuwi Lieuk. Aku sempet suruh biar dia aja yang berangkat ke sana tapi dia juga gak tega dan gak mau berangkat ke sana tanpa aku, karena niat awal berangkat kesana itu sama aku. Jarang-jarang nih dia bimbang gini, dan lagi-lagi aku yakinin dia lagi biar aku cuti kerja. Akhirnya kita pilih berangkat dan aku minta berangkat bareng sama si Kinang. Siap-siap untuk berangkat ke kantor lalu berpindah haluan menjadi siap-siap buat nge-trip dengan tidak lupa BBM-in orang kantor untuk cuti. Yeeaaayyy!
10.30. Aang dan si Kinang udah standby di depan rumah dengan gagahnya. Aang mampir dulu dan packing kembali buat nyatuin bawaan aku dan dia ke dalam carrier-nya yang ukuran 55 L. Setelah selesai kita langsung berangkat dengan Handphone di tangan aku yang Google Maps udah disiapin sama Aang. Karena ceritanya kita mau lewatin jalur baru, kita lewat jalan pintas Tajur arah ke SKI menuju Babakan Madang karena dari situ kita sudah hapal jalurnya karena kita yang pernah ke Leuwi Hejo. Namun menuju ke Babakan Madang kita beberapa kali bingung, dengan aku yang gaptek dan ga pernah gunain google maps yang akhirnya kita minta pertolongan warga sekitar untuk ke sana. Karena jalur menuju lokasi sudah sangat bagus dibanding dulu jadi kurang lebih satu jam setengah kita sampai tujuan parkiran Leuwi Hejo dengan bantuan dari tenaga si Kinang juga (sebelum sakit).
Ternyata Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk itu satu Jalur dengan keinginan yang sebenarnya pengen ke Leuwi-Leuwi lain tapi gagal karena untuk ke Leuwi Lieuk kita harus menempuh jalur dengan jalan kaki yang sangat mayan jauh dan menghabiskan waktu. Jam 12 kurang kita sampai di Leuwi Lieuknya sembari nunggu teman-teman yang tak kunjung datang, Aang dan aku mau istirahat dan makan dulu *asli ini kaya piknik*.

                                  
Perbekalan Aang lengkap banget dan makanannya enak banget pula. Pas banget makanan abis bersih, yang ditunggu dateng juga lalu se-helo dan aku yang udah gak sabar buat nyebur ke aernya yang super duper bersih, jernih dan dingin.










Tak terasa sangking asyiknya berenang dan foto-foto sampe-sampe kita menggigil dan waktu cepet banget berlalu. Lalu kita bersiap-siap pulang karena cuaca sudah mulai mendung. Di tengah perjalanan hujan sudah mulai turun. Lalu diperjalanan pulang menuju parkiran kita berpisah dengan yang lain karena tempat parkir motor yang beda. Sembari nunggu hujan reda, aku dan Aang bersih-bersih dan ganti baju dulu sambil minum susu putih dan susu cokelat hangat yang disedian di warung *sluuurrrppp* romantis.                                         

Hujan Reda, lalu kita bersiap bersua dengan si Kinang yang siap menanti kita. Awalnya si Kinang biasa aja tanpa ngadat, namun tiba-tiba dia gak bisa nyala mungkin karena keujanan *si kinang Pundung* lalu teman yang lain bantuin dan dibawa ke bengkel terdekat. Setelah dirasa aman, lalu kita mutusin pulang dngan kita semua dipecah 2 rombongan yang beda jalur karena posisi rumah.
Ditengah perjalanan pulang gak tau kenapa si Kinang ngadat lagi padahal hujan turun deras, kita bawa ke bengkel lagi dan lumayan cukup lama nyembuhin si Kinang ini.
Dengan muka lelah semuanya tapi kita semua setia nunggu si Kinang sampe sadar. Aku yang jujur saat itu capek, pegel sama kedinginan banget tapi tetep nunjukin semangat karena aku juga kasian liat si Aang kakinya pegel karena nyelah si Kinang sampe ratusan kali. Setelah magrib, akhirnya si Kinang sadar dan bisa diajak ngebut. Pukul 19.00, kita sampe Kota Bogor juga. Lalu kita bertiga memisahkan diri karena beda jalur pulang dengan teman Aang yang lain. Namuuuuunn, lagi-lagi si Kinang tak sadarkan diri dan kembali kita bawa ke bengkel. Anehnya si Kinang selalu ngadat tidak jauh dari bengkel, ini 3 kali si Kinang di bawa ke bengkel, lebih dari sejam akhirnya si Kinang sadar, semuanya aman. Entah kenapa dia beneran ngadat karena gak diajak nyebur di Leuwi Lieuk atau karena dia ditinggal keujanan sendirian, di deket SD dulu aku sekolah padahal bentar lagi nyampe rumah si Kinang pundung lagi. Ya Alloh kita capeeeeekkk, akhirnya kita mutusin buat dorong dia karena memang sudah tidak ada bengkel yang buka, si Aang yang gak tega liat aku jalan bawa carrier akhirnya si Aang dorong motor sambil bawa carrier, supeeeerr deh Ang. Buat ngilangin rasa capek kita ngobrol-ngobrol disepanjang jalan dan aku minta si Aang nginep di rumah dan si Kinang nginep di rumah Umi Aa yang ada di bawah rumah *istirahat dulu ya Kinang Sayaaaang*. Si Aang setuju dan langsung sms si Mamah si Bapa. Pukul 22.00 kita sampe rumah tanpa si Kinang. Alhamdulillah...
Sampe rumah disambut si Cipa yang belum bobo. Sumpah rasa capek kita ilang seketika, lalu bersih-bersih dan aku siapin air anget untuk si Aang, setelah itu kita makan dan dilanjut nonton kartun namun kepotong karena aku yang ketiduran *pelor*. Aang tidur di kamar aku dan aku tidur bareng Cipa. Selamat malam Aang :*

Minggu, 18 Oktober 2015

You are my flashlight, Farhan.

Flashlight

When tomorrow comes
I'll be on my own
Feeling frightened of
The things that I don't know
When tomorrow comes
Tomorrow comes
Tomorrow comes

And thought the road is long
I long up to the sky
And in the dark I found
I lost hope that I won't fly
And I sing along, I sing along
And I sing along

I got all I need when I got you and I
I look around me, and see a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
Can't stop my heart when you shinin' in my eyes
Can't lie, it's a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
'Cause you're my flashlight (flashlight)
You're my flashlight (flashlight) and the flashlight

 I see the shadows long beneath the mountain top
I'm not afraid when the rain won't stop
'Cause you light the way
You light the way, you light the way

I got all I need when I got you and I
I look around me, and see a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
Can't stop my heart when you shinin' in my eyes
Can't lie, it's a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
(Light light light you're my flashlight, light, light)
Light light you're my flashlight
Light light light light light, oh
(Light light light you're my flashlight, light, light)
You're my flash, oh

I got all I need when I got you and I
I look around me, and see a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight
You're getting me, getting me through the night
Can't stop my heart when you shinin' in my eyes
Can't lie, it's a sweet life
I'm stuck in the dark but you're my flashlight (You're my flashlight)
You're getting me, getting me through the night
'Cause you're my flashlight
'Cause you're my flashlight
You're my flashlight (flashlight)

You're my flashlight light light
You're my flashlight light light
You're my flashlight



By : Jessie J

Kamis, 24 September 2015

Baru Akan Satu Langkah (2)

Ketakutan-ketakutan di postingan blog sebelumnya yang saya dan keluarga saya khawatirkan semakin parah dengan melihat jadwal kuliah yang sangat amat padat dari hari Senin-Sabtu jam 18.30-22.00 WIB. “Hah pulang jam 10 malem? Sendirian? Nyampe rumah jam berapa?” dalam hati kukulunut. Ini masih baru akan satu langkah, baru semester awal, masih seumur jagung, masih jongkok, belum bisa jalan atau apalah itu... Ini semua memang saya sudah tahu sejak awal sebelum saya memutuskan daftar kuliah. Yaps, berarti ini adalah konsekuensi saya atas keputusan tersebut. Bukan hanya itu, banyaknya semangat dimulai dari keluarga, Mister, Mamahnya Mister dan teman-teman yang lain juga yang membuat saya tidak merasa jenuh dan capek.

Keluarga Umi, Bapa, Aa dan Cipa yang selalu bikin kangen rumah karena kebawelan mereka karena Tetehnya yang selalu berangkat pagi pulang larut malam tapi susah makan, Aa yang udah susah saya bantuin ngerjain PR-nya, si Cipa yang pagi bangun tapi Tetehnya berangkat dan malem Tetehnya pulang Cipanya udah bobo *sedih*. Mamah Mister yang sudah men-support dan membantu dengan segala hal yang membuat saya pengen nangis bahagia, sehat selalu ya Mah. Dan Si Mister yang gak tau deh saya harus ngomong apa... yang selalu setia pula nemenin saya dari awal sampai saat ini dan mudah-mudahan sampai nanti dengan kasih sayang, penuh kebahagiaan  dan perhatian *asyiikk*. Daaaann... si Mister pula yang menghilangkan rasa takut kita semua dan ikut merasakan apa yang saya rasakan dimulai pulang larut malam, begadang, panas-panasan, ujan-ujanan, macet-macetan sampe laper bareng. Tapi selalu setia dengan segala kelelahan saya yang terpaksa dirasakan berdua juga. Paling seneng banget kalo dijemput sama si Aang dan dia bawa si Kinang (motor andalan, motor kesayangan a.k.a pacar kedua dia ceunah). Naik motor itu sama kamu serasa pengen nge-trip jjaaauuuuuhhh.... Ah so sweet banget sih kamu Ang!
By the way.. keinginan yang selalu ingin travelling berdua harus sedikit ditahan karena waktu yang udah gak kaya dulu bisa berpetualang berdua kemana aja dan kapan aja, apalagi ditambah si Mister yang udah sibuk dengan semester akhirnya, sukses Ang. Tapi ketika kita butuh piknik singkat kadang kita curi-curi waktu disela kesibukan masing-masing kita *oiya Aang sebutan untuk si Mister yaaa*. Walaupun begitu tapi dibalik semua ini kita berdua mempunyai cita-cita besar. Karena sekarang bukan saatnya untuk main-main melainkan untuk masa depan dan merangkai petualang besar yang sudah ada yang untuk diwujudkan kelak. Si Aang bilang “Nanti kita backpacker-an terus yaaa Nong kalo udah nikah.” Amin.
                                                                                                                                                               
Yang saya ceritakan ini masih sedikit dari apa yang sudah mereka lakukan untuk saya. Awal yang baik, ditemani dengan orang-orang baik menuju niat yang baik, InsyaAlloh akan menghasilkan banyak kebaikan juga. Alhamduillah masih banyak orang yang selalu dan akan terus saya sayang. Ya Allah sehatkanlah mereka yang selalu ada untuk saya. Amin.

Selasa, 18 Agustus 2015

Tradisi Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia


Merdeka... merdeka... merdekaaaa...
Seperti biasa, dalam rangka memperingati 17 Agustus-an maka semuanya serba merah putih dan seluruh rakyat Indonesia pun ada yang merayakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, ada juga yang mengadakan perlombaan. Termasuk di kampung saya mengadakan acara perlombaan. Di sini saya diberi tugas sebagai sesi dokumentasi, oke fix saya terima karena hobi saya yang seneng jepret sana sini.

Berikut hasil jepretan saya. Dimulai dari lomba balap karung, ada untuk anak-anak perempuan dan laki-laki. Di lomba ini yang untuk anak laki-laki ternyata adik saya mendapatkan juara 1. Untuk perempuan, entah saya lupa.







Dilanjut dengan perlombaan bawa kelereng dengan sendok. Game ini agak lumayan susah karena panasnya terik matahari mengharuskan kita tetap fokus agar membawa kelereng itu ke finish dengan selamat. Banyak kelereng yang jatuh maka banyak pula yang kalah. Tapi pas sesi anak perempuan, ketika temannya yang lain pada kalah tapi dia anteng sendiri sampai finish. Hebat!




Permainan yang satu ini sih agak sedikit repot dan menyebalkan. Lomba mengambil koin di dalam terigu. Seru memang tapi muka anak-anak menjadi cemong dan bekas terigunya itu bertebaran karena banyak yang jail. Alhamdulillah saya sudah pakai masker.



Bukan hanya anak-anak dan remaja, ibu-ibu pun tidak mau kalah dengan mengikuti perlomabaan sepak bola. Di sini seru! Melihat kurang ketidakpahamannya ibu-ibu soal permainan ini. Karena banyak ibu-ibu yang gemes dan memegang bolanya dengan tangan.



Hari semakin panas, namun tidak mengurangi rasa semangat para panitia, para peserta dan juga para warga. Yaps, warga yang menonton pun sangat banyak yang antusias. Panitia pun mengistirahatkan karena waktu sudah masuk solat zuhur.



Karena acara perlombaannya persis di depan rumah, saya pun pulang dan istirahat. Waduh.. saya ketiduran. Dan ternyata acara sudah dimulai. Maka saya segera solat dan siap-siap, jepret sana sini lagi.

Setelah istirahat tadi, dilanjutkan dengan perlombaan sepak bola bapak-bapak. Ah sudah biasa bapak-bapak main bola, eits... kali ini beda, karena bapak-bapaknya diwajibkan menggunakan daster dan kerudung. Duh. Ada-ada saja yaaa. Walaupun sudah pakai daster dan kerudung tapi tetap saja tendangannya kencang, makanya anak-anak jangan mendekat.

Keseruan lainnya dilanjutkan dengan lomba panjat pinang. Lomba ini merupakan lomba yang ditunggu-ditunggu. Lomba ini juga yang menjadi ciri khas ketika merayakan HUT RI. Di sini ada dua pinang, untuk dewasa dan anak-anak. Games ini berlangsung 2 jam lebih. Karena susahnya mencapai puncak. Namun tak sesusah ketika dulu kala para pahlawan memerdekakan Negeri Tercinta kita ini, Indonesia. Dengan susah payah dan kerjasama para peserta, akhirnya panjang pinang dewasa bisa mencapai puncak dan mengambil hadiah yang sudah digantung tadi. Disusul dengan panjang pinang anak-anak yang dibantu orang dewasa juga untuk mencapai puncak.



Mohon maaf untuk foto-foto ketika bapak-bapak main sepak bola dan panjat pinang tak sengaja keformat sebelum saya sebar di blog. *nangis*

Semua perlombaan sudah dilaksanakan dan itulah sedikit permainan-permainan yang sudah menjadi tradisi seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya hadiah yang kita cari, namun kebersamaan dan kekompakan para warga untuk merayakan dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

HUT RI ke-70 Tahun
Rancamaya, 17 Agustus 2015

Photo by : HerlianaYuningsih

Minara 3 Tahun

Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...