Senin, 09 Mei 2016

Kemping Semalam di Camping Ground Suaka Elang

Rencana main ke tempat-tempat indah di Bogor sudah menumpuk di otak kita berdua. Sayangnya, kembali lagi kesibukan kita berdua yang sangat amat susah nyari waktu luang buat kita nikmatin traveling. Bukannya so sibuk, tapi emang beneran asli sibuk.

Hingga suatu malam, seperti biasa temen kampus Farhan ngajak maen, setelah dulu kita semua maen ke leuwi sekarang kita bakalan kemping.... Yeeeaaahh! Kita semua bakalan kemping di Camping Ground Suaka Elang di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kampung Loji, Kecamatan Cigombong. Ituloh yang terkenal dengan jembatan kayu layang dan penangkara elangnya. Tapi, saat itu aku lagi UTS. Akhirnya diputuskan kita semua berangkat setelah aku beres UTS terakhir, maklum karena aku mahasiswa malam alias kelas karyawan, aku selesai UTS pukul 18.30. temen Farhan berangkat duluan, Farhan jemput aku ke kampus lalu pulang siap-siap dan tanpa basa basi langsung berangkat. Yaps, kita berdua berangkat malam-malam, yaitu pukul 20.30, ekspektasi Farhan, kita berdua bakalan nyampe pukul 22.00, aku dalam hati “Emang sanggup, Ang?”. Dari rumah, kita berangkat melalui jalan Cipaku agar menghindari macet jalan Sukabumi. Kita melalui jalan Pamoyanan, Cihideung, Caringin, Cibadak, Pasir Jaya dan Loji.

Dan, taraaaa... beneran kita nyampe di Kampung Loji pukul 22.00 bahkan kurang. Sebelum ke tempat parkiran, kita berdua harus lewatin jalan turunannya yang luar biasa yaitu bebatuan besar, licin pula karena tadi sore hujan cukup deras, kebayang ‘kan? Dan itu membuat adrenalin kita berdua naik mana keadaan gelap. Tapi, namanya juga anak motor *eh*, Farhan biasa mengatasi semua jalanan rusaknya tanpa masalah walau aku tahu pasti dalam hati Farhan deg-deg an. Lalu, kita berdua langsung dijemput oleh teman-teman Farhan yang sudah datang duluan.

Karena nyampenya malam dan gelap, aku jadi gak bisa lihat daerah sekitar. Yang aku tahu, kita semua lewatin jalan setapak, bendungan sungai, suara air dimana-mana, kebun dan sawah pula. Hanya butuh waktu + 15 menit kita semua sampai di tenda kemping, tak lupa untuk registrasi dan untuk kemping kita dikenakan Rp. 20.000 perorang dan parkir untuk satu motor Rp. 20.000 permalam juga, insyaAlloh aman motornya. Yaps. Di tengah-tengah hutan pinus, temen Farhan yang lain udah bangun 2 tenda buat kita semua tidur dan kita berdua juga udah disiapkan untuk makan malam. Setelah kenyang aku lanjutkn dengan tidur *Alhamdulillah bisa tidur di tenda lagi, di kaki Gunung Salak pula. Have a nice dreams. Hehe*. Sedangkan Farhan dan temen-temennya entahlah mereka sedang apa. Haha.

Langit gelap berganti dengan terang, namun pagi itu matahari enggan menampakkan wujudnya. Tapi, rasanya ada yang aneh sama perutku... dan ternyata ada tamu yang tak diundang. Hm, berharap jangan dulu sakit perut sampai pulang ke rumah. Aamiin.... saat yang laen menikmati dengan mengambil air dan ada juga yang memasang hammock, aku ada rasa penasaran pengen naik hammock kayanya enak dan ternyata aku ga bisa dan jatuh. Asli malu sih ngga tapi kaki beneran sakit. Hihi dasar cewek ingusan lu, Na! Oke mending aku menikmati paginya dengan menggoreng baso dan singkong aja. Nyam. Kita semua makan.
Aku masak, yang laen foto-foto
Candid ajalah
Yang motoin, joommbbs? Iseng banget
Nah, setelah kenyang kita siap-siap untuk berangkat karena tidak jauh dari tempat camp, ada curug Cibadak, + kita menempuh satu jam perjalanan. Nanjak terus lewatin hutan dan pinggiran jurang.
Setelah sampai dan jreng... jreeng asli curugnya bagus walau gak terlalu deras debit airnya. Gak sabar untuk nyebur dan ternyata airnya dingiiinnn banget dan kalo kita nyender di bebatuan itu berasa dipijit-pijit punggung kita, yaaah itung-itung pijat refleksi. 
Background-nya Curug Cibadak

Dingiiinn airnya!


Riweuh minta fotoin
Setelah kita semua super duper kedinginan, kita lanjut untuk kembali ke camp untuk makan siang.

Aku langsung ganti baju karena tadi lupa gak bawa baju ganti. Dan karena aku cewe satu-stunya, aku mempunyai tanggung jawab untuk masakin Farhan dan temen-temennya, yah walau ngga jago. Maaf yak, untuk nasi pertama terlalu lembek dan nasi kedua agak bau gosong. Tapi yang penting mateng yaaa hihi dan kita semua kenyaaang.
Kita makan dulu yak ala Chef Herliana. Haha

Sebentar lagi kita selesai makan, dan ternyata hujan yang cukup besar turun. Tak usah diaba-abakan lagi, Farhan dan temen-temennya langsung menyelamatkan tenda yang hampir bobrok. Aku yang liatin antara kasian tapi salut juga sama kekompakan mereka semua. Saluuuttt! Tak lama, aku harus ke bawah untuk menunggu di bawah karena mereka mau beres-beres untuk kita siap-siap pulang. Yah, padahal belum sempet liat jembatan dan penangkaran elangnya. Ternyata pas nunggu di posko yang semalem registrasi, tidak jauh dari situ jembatannya, yah efek semalem gak keliatan apa-apa. Nih... tempat yang lagi ngehits! Hihi.
Hutan Pinus
Jembatan kayu gantung

Akibat hujan tadi, bendungan sungai yang semalem kita lewatin sekarang airnya sangat besar dan tidak bisa dilewati dan akhirnya kita diarahkan untuk lewat jalan lain, yaitu kita nyebrangin jembatan yang sangat hits di Bogor bahkan luar Bogor ini. Jembatan gantung ini emang bagus namun sayang sudah agak sedikit rapuh kayunya. Sepanjang jalan pulang, aku baru bisa menikmati perjalanan dengan pemandangan sawah yang luas yang dikelilingi bukit yang semalem aku gak bisa nikmati. Alhamdulillah.
Lukisan sawah hijau nan luas
Kemping semalam di Suaka Elang ini bisa menghilangkan penat aku dari rutinitas, merefreskan sejenak pikiran Farhan dan temen-temennya karena semester akhir dan mematikan rasa galau karena putus cinta yang dialami sebagian temen Farhan.

Kamis, 17 Maret 2016

Perempuan, Angkutan, Pulang Malam dan Kejahatan (?)

Ini hanya tulisan a.k.a curhatan biasa saya yang ngga perlu kalian lihat dari ejaan kamus Bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau-pun dari segi nyambung atau tidaknya dari kalimat satu dengan kalimat yang lain, namun yang pasti dari tulisan ini saya ingin berbagi cerita pengalaman dan pribadi saya kepada kalian semua dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Saya ini terlahir di kota yang terkenal dengan hujannya. Untuk kalian yang tinggal di daerah JADETABEK dan Bandung pasti tahu kota apa itu. Yaa... saya tinggal di kota Bogor. Kenapa dijuluki kota hujan? Karena hampir setiap hari walau itu musim kemarau, Bogor selalu dituruni hujan. Selain terkenal dengan kota hujannya, Bogor-pun terkenal dengan kota “sejuta angkot”. Nah, kali ini saya ingin sharing pengalaman saya selama lebih kurang 15 tahun *wuatsaah pengalaman banget* menjadi penumpang angkot di kota Bogor, yaps... saya sejak dari zaman SD berangkat sekolah sudah menggunakan transportasi ini. Banyak orang di Bogor menganggap faktor utama kemacetan kota Bogor yang parah ini yaitu karena merajalelanya angkot di kota Bogor. Saya akui memang angkot di kota Bogor banyak, karena banyaknya jurusan dari berbagai nama daerah di kota Bogor baik itu dari Kotamadya ataupun Kabupaten. Meskipun sudah tercetuskan sistem shift yang artinya ada hari-hari tertentu sebagian angkot diliburkan agar tidak terjadi membludaknya kendaraan. Namun, masih banyak warga yang memilih naik motor ataupun kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas, yang akhirnya membludaknya juga kendaraan pribadi dan motor yang juga ikut menyumbang kemacetan di kota Bogor ini. Apalagi ditambah posisi Bogor yang strategis dekat dengan Jakarta yang menyebabkan juga banyaknya kendaraan berplat B yang menyebar di Bogor. Jadi kayanya masih banyak hal yang harus diperbaiki. Ini sih menurut saya, ngga tahu deh kalau menurut kalian sendiri.
Mungkin faktor utama banyaknya warga yang kurang bahkan tidak suka menggunakan transportasi umum ini karena takut desak-desakan, gerah, panas, macet, dan di angkot juga bisa terjadi tindak kejahatan. Ngomong-ngomong soal tindak kejahatan, beberapa minggu terakhir ini saya pernah melihat dengan mata kepala saya soal isu tersebut.

Yang pertama, waktu itu saya pulang kerja menuju kampus saya naik angkot dari daerah Taman Topi, biasanya saya duduk di samping, atau belakang kursi supir kalau tidak dekat pintu *maklum biar gak mabok karena di situ anginnya lebih banyak* namun saat itu sopirnya lagi ngerokok *huft* dan saya putuskan duduk di belakang. Tapi waktu itu di dalam angkot ada mbak-mbak yang badannya lebih besar dari saya maksudnya gak kurus dengan pakaian yang bisa dibilang kurang bahan *bisa dibayangin kan yaa* dan saya duduk dekat mbak tersebut dengan ada sedikit jarak karena penumpang belum penuh. Nah di depan saya ada anak perempuan masih SMP, lalu angkot melaju untuk mencari penumpang lainnya pada saat di depan salah satu Bank masih di daerah Taman Topi, ada seorang lelaki yang berpakaian rapih dengan tas gendong hitam dan Handphone canggih digenggamannya yang menyerobot duduk antara saya dan mbak yang tadi dan otomatis saya tersingkir seketika dan duduk di samping lelaki tadi. Saat itu posisinya dalam angkot berubah menjadi ada 4 orang kecuali supir dan satu orang  penumpang yang ada di depan. Tiba-tiba aku dan anak SMP tadi kaget melihat tingkah lelaki tersebut yang melakukan hal yang gila dengan mendekatkan kepala ke pundak dan leher mbak yang tadi dan men-standby-kan kamera handphone dia untuk memotret hal tersebut, dia melakukan berulang kali saat mobil melaju dan ngerem dengan posisi kepala semakin mendekat ke pundak dan leher si mbak, bingung sih kok si mbaknya gak ngerasa yaaa kalau lelaki itu melakukan hal yang aneh itu. Saya dan anak SMP bingung juga harus ngapain karena posisi duduk kita di dalem jadi kalau kita teriak takut kita yang diapa-apain sama lelaki tadi, akhirnya kita berdua terpaksa diam dan berdoa segera cepet turun. Dan ternyata anak SMP cepet-cepet turun pas angkot berenti padahal masih jauh dari penyebrangan *mungkin anak itu sudah takut* dan tak lama si mbak itu turun di depan BTM lalu nyebrang dan saat itu tinggal hanya ada saya dan lelaki itu berdua duduk di belakang dan ternyata lelaki tadi terus melihat mbak yang padahal sudah jauh sampai ngga terlihat *aku dalam hati banyak-banyak berdoa* karena posisi daerah BTM macet banget, gak jauh dari si mbak tadi turun si lelaki itu-pun turun dan aku legaaaaaa..... Alhamdulillah dan dia-pun langsung nyebrang dan terlihat seperti mengikuti si mbak yang tadi. GILAK INI GILAK!! Takut, gemeter, deg-degan, segala macem deh

Yang kedua, waktu itu saya pulang kerja dan menuju kampus (lagi) awalnya semuanya aman, nah saat itu angkot hanya ada saya yang duduk dekat pintu dan satu penumpang lelaki yang duduk di belakang kursi sopir dengan posisi tas digendong. Pas lewatin daerah BTM yang kebetulan gak terlalu macet ada seorang lelaki dengan pakaian yang rapih *gak ada tampang copet* dengan tas dipangku di depan, asli deh penampilannya mirip banget sama pencopet di sinetron Preman Pensiun dan dia langsung duduk di samping lelaki tadi dan mendekati tasnya. Tapi kayanya dia tidak leluasa melakukan aksinya karena melihat angkot kosong dari penumpang daripada dia gagal dan ketahuan, dia langsung turun dan seketika Pak sopir dan penumpang yang di depan bilang “Dasar copet! ”, dan Bapak sopirnya juga bilang ”Hati-hati Neng, sekarang banyak pencopet jadi-jadian. Makin gila!” kembali saya kaget dan deg-degan, astagfirullah.

Semoga itu kejadian terakhir saya. Kejadian di atas bisa jadi pelajaran untuk saya pribadi dan kita semua, apalagi ditambah sekarang saya selalu pulang larut malam dan pulang pergi dengan menggunakan transportasi umum yaitu angkot. Kadang juga saya gak kuat sampai terkantuk-kantuk dan akhirnya ketiduran di dalam angkot, yaa bisa dibilang untuk mengisi waktu dan tenaga juga karena kurang tidur. Takut sih pasti, tapi InsyaAlloh Alloh selalu menjaga saya dan ditambah Farhan juga *ehem*.

    Alhamdulillah, selama ini saya selalu aman  setiap naik angkot kemana-mana. Entah kenapa perempuan itu selalu menjadi sasaran utama tindak kejahatan, ada yang bilang karena beberapa hal di bawah ini :
  1. Lemah secara fisik
  2. Cara berpakaian (terutama perempuan yang berpakaian seronok)
  3. Perhiasan yang digunakan
Ada benar atau tidaknya juga sih beberapa faktor di atas. Karena memang hal-hal di atas bisa jadi merupakan faktor utama memancingnya tindak kejahatan terhadap perempuan apalagi perempuan di zaman sekarang banyak yang berkarir dan pulang larut malam, namun menurut saya kembali lagi kepada para pelaku kejahatan yang memang hanya mempunyai pikiran busuk. Bagi kita perempuan dianggap kaum lemah tidak membuat kita pasrah, kita juga harus mempunyai bela diri, setidaknya untuk mempertahankan diri kita dari tindak kejahatan dan juga berdoa apabila kita akan berpergian kemanapun dan menggunakan apapun, itu merupakan salah satu ikhtiar kita.

Tapi kejadian tersebut di atas, jangan membuat kita takut untuk menggunakan angkutan umum, malah seharusya membuat kita menjadi lebih aware, waspada dan mawas diri bukan membuat kita membenci dan tidak mau menggunakan transportasi umum tersebut, toh kejahatan tersebut juga terjadi bukan karena angkot ataupun supirnya, tapi ada orang jahat yang pura-pura jadi penumpang. Karena sebenarnya menggunakan transportasi umum nyaman juga, bahkan di dalam angkot kita bisa bertemu bahkan reunian sama Bapak atau Ibu guru kita zaman dulu, temen dan tentunya orang-orang baru yang tidak sengaja kita temui, tanpa bingung harus parkir mobil pribadi kita dimana dan lain-lain.

Walaupun masih ada warga yang menganggap menggunakan tranportasi umum itu ribet, membuat macet, ini itu ono, dan lain-lainnya, namun saya yakin tujuan utama Bapak sopir angkot itu mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan kita dengan selamat dan yang pasti juga mereka mencari nafkah untuk keluarganya. Jadi, jangan bosen dan takut naik transportasi umum yaaa, guys.

Kamis, 03 Maret 2016

Galau

Hai gengs, sis, bro, kaka, adek or whatever... edisi nge-blog gue kali ini, gue pengen curhat nichh #alay. Mau tahu atau enggak, kalian baca blog gue sekarang, pokoknya gue mau curhat, karena gue lelah curhat sama manusia terus *emang elu apa, Her? Kan manusia juga sama*. Biasanya gue emang suka curhat sama doi *ceileh* namun karena satu hal dengan yang lainnya doi sekarang sedang sibuk nyusun script-sweet a.k.a skripsi. Yes, mudah-mudahan Farhan lancar dan lulus tahun ini. Aamiin Ya Allah. Oiya gue sampe lupa, gue kan mau curhat.


Ini soal kegalauan gue selama ini *serius ini bukan galau soal cinta yang penuh dengan intrik*. Yang  pertama, pernah gak sih kalian capek sama semua hal? Apapun itu... jujur salah satunya gue bosen kerja apalagi jadi pegawai yaaah bisa disebut juga buruh, tapi gue bingung masih aja ada pegawai yang gayanya selangit tapi pola pikirnya pendek bisa disebut juga loser, “Yes, awkward moment is when I meet someone who have behaviour like a boss but thinking like a loser”. Gue bosen jadi pegawai kantoran bukan karena gak bersyukur tapi gue pengen bebas, gue pengen punya usaha. Tapi gue sadar untuk mencapai keinginan gue jadi soon entrepreneur, gue harus kerja keras. Makanya gue jadi geli sendiri kalo ada orang yang minta lebih sama Allah tapi dia sendiri gak pernah berusaha kerja keras. Gue pengen sih ngerasain kerja di lapangan, namun apa daya karena status gue juga sebagai mahasiswi mengaharuskan gue kerja dibelakang meja dengan waktu yang on time. Walau terkadang gue ngeluh, nyinyir bahkan putus asa tapi gue harus selalu bersyukur, karena emang masih banyak orang yang pengen kerja. Alhamdulillah. Ini semua proses, maka nikmatilah proses itu.


Kedua, ini soal pola pikir orang, ya mungkin pola pikir oknum orang yang sangat jauh berbeda sama gue. Rasanya gue pengen masukin seblak seuhah yang pake cabe 100 biji ke mulut-mulut ini orang *enak kan makan seblak?!* yang bilang “ngapain sih lu kuliah lagi? Kerja udah, kan lu cewek nanti ujungnya nikah, terus punya anak, terus diem di dapur” mereka ngomong sambil ketawa dan gue dengernya sambil patah hati. Munculah kegalauan gue setelah denger kalimat itu. Entah mereka ngomongnya sambil becanda atau enggak, yang pasti gue jadi berpikir dan pengen nanya balik sama itu orang “Ngapain lu makan nanti juga laper lagi, ngapain lu tidur nanti juga ngantuk lagi, ngapain lu mandi nanti juga bau sama kotor lagi, ngapain lu kerja nanti juga gajih lu abis lagi, dan lain-lain”. Hey, ini hidup men!! Wake up! Open your eyes! Dimana-mana banyak saingan bahkan musuh, kuliah bisa membantu gue dan kalian buat nyari kerja, mulai usaha seperti kegalauan gue jadi pegawai di atas, atau bikin perusahaan yang lebih besar mungkin *aamin*, gue yakin memang masih ada orang yang sukses tanpa harus kuliah tapi apa salahnya kuliah? Enggak rugi kok! Di luar itu semua, buat kalian para perempuan nanti pasti punya anak, kalian tahu kan anak cerdas itu terlihat dari seorang ibu yang juga cerdas. True? *ribuan calon ibu langsung acungkan tangan*. Bukannya gue banggain diri sendiri nih, buat kalian para perempuan yang lagi kuliah sambil kerja jangan sedih dengan perkataan yang gak ada artinya seperti yang gue denger tadi, kita hebat sekarang kuliah sambil kerja, nanti berkarir sambil ngurus suami, anak dan rumah tangga. Apalagi di kampus gue sempet liat Teteh-Teteh yang lagi hamil besar dan dia tetep semangat kuliah. Proud of you bagetlah, Teh. We are multitasker, right? Dan diantara mereka yang bisa disebut mencemooh masih banyak kok orang-orang yang sayang kita, yang dukung kita dan yang selalu doakan kita. Mungkin itu salah satu pola pikir gue, biar gue gak galau dengan hal yang satu ini.


Ketiga, mungkin kalian dulu pernah mengalami ditanya “kapan lulus kuliah?” Setelah lulus kuliah “kapan nikah?” namun ketika dua pertanyaan itu keluar dari mulut orang secara berbarengan rasanya pengen banget ngelamar Farhan *eh toyor kepala Herliana*. Gue gak ada niat nikah diumur gue sekarang, mungkin karena banyak dari temen-temen gue yang udah pada nikah bahkan punya anak ditambah hubungan gue sama Farhan yang cukup lama. Namun gue enggak pernah menanggapi pertanyaan itu semua secara serius, anggep aja angin berlalu. Karena gue masih banyak yang harus gue kerjakan dan gue lewati sebelum menyandang status sebagai “Nyonya Farhan* tsaaaahhh gibas kerudung. Untuk sekarang gue fokus untuk kerja dan kuliah. Selain kerja dan kuliah, ada juga kegiatan yang sangat wajib gue lakuin yaitu traveling with Farhan and Kinang. Itu yang buat hidup gue sekarang bahagia dan enggak monoton, yang pasti juga enggak nyinyir ngomentarin hidup orang lain. Karena faktor utama banyak orang yang nyiyirin hidup orang lain yaitu karena mereka kurang piknik.



Ps: Blog ini hanya tentang cerita pribadi gue tanpa ada maksud menyindir siapapun dan gue enggak perlu komentar dari kalian tentang blog gue ini. Tapi semoga kalian bisa ambil sedikit pelajaran tentang tulisan gue di atas. Yaps, ambil positifnya aja yaaak, gengs.

Jumat, 01 Januari 2016

Solusi untuk Mencapai Resolusi


Sebelum bicara soal resolusi kita untuk tahun depan, aku pengen flashback ke tahun 2015.
Alhamdulillah, banyak sekali keinginan aku yang beberapa tahun lalu sudah aku masukan dalam list yang harus aku capai dan Alloh mengabulkannya ditahun 2015 ini.

Ditahun 2015 ini tepatnya bulan Januari bisa ngerayain ulangtahun Ang yang ke-4 (setelah dibulan Oktober 2010 kita berkomitmen lebih dekat) dan InsyaAlloh seterusnya ngerayaian bareng. Dibulan Februari, aku diajak daki gunung untuk pertama kalinya sama Aang ke Gunung Munara, Rumpin. Dibulan ini juga aku mendapatkan pekerjaan yang InsyaAlloh lebih baik, mempunyai keluarga baru dan mendaftarkan kuliah. YES! Lanjut dibulan kelahiran aku bulan April, aku bisa merayakan ulang tahun pertama aku yang dirayain dengan Aang dan adik kedua (baru) aku Hanifah Nursyifa. Dibulan Juli, ini kali kedua aku diajak daki gunung sama Aang (lagi) ke Gunung Papandayan, Garut. September, aku mulai masuk kuliah. Bulan sakral untuk kita berdua yaitu bulan Oktober dimana merupakan tanggal 17 adalah hari jadi kita yang ke-5 dan berharap langgeng terus sama Aang, Aamiin dan bulan ini juga aku bisa membeli barang-barang yang sangat amat penting yang aku dambakan (lebay) sejak dulu yang salah satunya di-support oleh Mamah *makasih ya Maaah* :*. November, bulan ini menjadi bulan sakral juga bagi kita setelah tahun kemarin (2014) aku punya adek cantik nan jutek yaitu Hanifah Nursyifa. Dan dipenghujung tahun 2015 ini yaitu bulan Desember aku sangat bersyukur atas apa yang Alloh kasih ke aku dengan kebahagiaan yang hadir tiap detiknya. Tahun 2015, Alhamdulillah aku dan Aang diberi rezeki terus untuk jalan-jalan.

Dan berbicara soal resolusi tahun 2015 ini, aku berharap selalu dikelilingi oleh orang yang selalu sayang sama aku dan diketemukan dengan orang-orang yang tidak munafik seperti yang pernah aku temukan ditahun kemarin. Orang yang berpura-pura baik namun jijik dibelakang yang hanya membanggakan dirinya sendiri dengan nyinyir tentang kebaikan orang lain (berpikir keras) kalaupun diketemukan berharap aku selalu dalam lindungan Alloh. Disehatkan kedua orang tua aku dan Aang, aku, Aang dan adik-adikku yang tumbuh dengan baik. Ditahun yang baru ini juga aku berharap Aang bisa menyelesaikan kuliahnya dan aku kuat dengan kerja yang dibarengi kuliah juga, Aamiin. Serta aku dan Aang selalu bisa traveling terus dan Alloh selalu memberi rezeki kepada aku dan Aang. Oiya jangan dulu nanya kapan nikah yaa hihi... karena itu semua hanya Alloh yang tahu. Aku sama Aang memang masih sangat muda, jadi kita berdua masih mengumpulkan ilmu, rezeki dan segala sesuatunya untuk masa depan, tapi kembali lagi kita berdua serahkan semuanya sama Alloh yang Maha Mengetahui. Ditahun ini, yaitu tahun ke-6 kita dan ditulisan-tulisan blog aku ini Alhamdulillah hanya ada nama Kamu Ang tanpa ada cerita-cerita cinta (lelaki) lain yang penuh dengan basa-basi busuk seperti cerita cinta orang lain (ganti ini itu).

Walaupun aku tau hidup itu tidak semanis madu, tapi aku yakin tidak pernah ada hasil yang mengkhianati usaha. Solusi untuk mencapai resolusi adalah selalu mengucap Alhamdulillah dan usaha.

Be Confidence. Be Awesome. Be cheerful. Be yourself.

Minggu, 27 Desember 2015

Arung Jeram di Sungai Cisadane

Akhir tahun enaknya ngapain yaaaak? 

Ini kedua kalinya aku diajak Farhan jalan-jalan bareng keluarganya. Mamah, Bapa, Teh Dya dan Teh Fira, semuanya lengkap dan ada satu sepupu Farhan. Tetep selalu ngerasa canggung tapi Bissmillah. Jalan-jalan kita kali ini agak berbeda, waktu libur lebaran lalu kita daki Gunung Papandayan, Garut, kali ini untuk mengisi akhir tahun kita bakalan jalan-jalan di aliran Sungai Cisadane dengan start di Caringin (sebelum Stasiun Maseng). Yeah, akhirnya kesampean juga yaaa. Kita siap untuk arung jeram atau rafting, kita siap untuk basah-basahan, dan kita juga siap untuk panas-panasan. Kali ini spesial, Bapa Farhan siap ikut terjun nemenin kita, kecuali Mamah yang nungguin di gazebo yang disediain oleh provider “ALAMANDA” dibaca Alam(spasi)Anda, itu nama provider yang kita pilih untuk nemenin kita menjajal Sungai Cisadane. Ngomong-ngomong, biaya untuk rafting itu Rp. 200,000 sudah mencakup transportasi dari finish pulang lagi ke start, makan berat, minuman segar dan cemilan. WOOW!
Sebelum kita terjun ke sungainya, kita wajib menggunakan helm, jaket pelampung dan memegang satu dayung (terserah mau dipake atau tidak hehe) sebelum dimulai kita mesti pemasan dulu dan kita juga diberi pengarahan dulu oleh Aa-Aa yang ada di situ dan disetiap perahu karet ditemeni oleh satu pemandu yang siap sedia kerja keras untuk mendayung dan menstabilkan perahu kita pas nyangkut di bebatuan atau bahkan mau kebalik. Ketika pengarahan pun kita dibekali aba-aba seperti maju (berarti dayungnya digerakan ke depan), mundur, boom depan (berarti badan dan kepala kita condong ke depan untuk menghindari ranting pohon), boom belakang, kiri (berarti orang yang di samping kanan geser ke kiri) dan kanan. 
Kami pun dijaga oleh satu perahu yang diisi 3 pemandu yang selalu ngawasin kita dan juga untuk mengambil foto-foto kita semua, jadi kita ga repot untuk foto-foto tapi Farhan juga gak lupa pasang kamera dihelmnya si pemandu untuk video-in kita semua. Seru kan!
Di Sungai Cisadane ada beberapa nama jeram. Tapi maaf aku lupa, aku cuma inget satu jeram yaitu jeram kerinduan. Asli kocak, entahlah kenapa dinamai itu. Menurut aku jeram-jeram itu sudah membuat aku teriak-teriak, apalagi diterakhir ada dam, dimana kita bisa serodotan *bagi yang berani* atau berenang-berenang. Walaupun saat itu Bogor sudah beberapa hari tidak hujan. Kebayang gak sih kalo semalemnya ujan, terus debit air Cisadane sederas apa?

Tak jauh dari dam, ternyata kita sudah mau sampai finish yaitu di daerah Ciletuh. Di finish kita sudah disajikan camilan tahu sumedang (walau lagi di Bogor) dan kelapa ijo muda. Seger. Lalu kita kembali ketemu Mamah dengan mobil pick up (dugul) ke tempat dimana Mamah sudah menunggu. Ternyata ketika kami tibapun, kita sudah disediakan box makan. Ini sih asli sehat, seneng dan kenyang.
Soon, kita jalan-jalan lagi yaaa.


Minggu, 13 Desember 2015

Kita Seperti Air



Air mengalir dari hulu ke hilir, dari mata air ke muara, dengan deras maupun kecil, dengan kencang ataupun lambat, tak kala terkadang terhenti karena tertahan bendungan karung pasir.

Layaknya mereka (Air), semoga cinta inipun akan terus mengalir sampai ke suatu hal yang serius yaitu muara rumahtangga. Meskipun kadang pupundungan dan aambekan menghampiri.

-Muhamad Rizki Farhan-
Aamiin

Jumat, 13 November 2015

Aku, Kamu dan Kinang Jalan-Jalan Ke Leuwi Lieuk

Keinginan nge-trip jauh belum terealisasikan. Sampai suatu malam ketika Aang jemput aku pulang kuliah, di perjalanan Aang cerita teman-teman kuliahnya dadakan ngajak ke Leuwi Lieuk, besok. Tanpa pikir pajang dengan manja aku rayu Aang buat kita ikut. Namun kita berdua ragu dengan kondisi waktu dimana minggu ini kita berdua sedang UTS, aku yang sedang kerja juga dan Aang dengan dateline pesanan Galeri Ageungnya. Tapi kapan lagi coba... masalahnya sih cuma satu karena besok aku masih harus kerja dan Aang gak mau aku cuti karena diajak nge-trip itu “Farhan ngajak kamu besok berangkat sama aja kaya ngajak kamu mabal sekolah”. Tapi aku yakinin dia dengan sisa cuti kerja aku yang masih banyak yang sayang kalo gak dipake. Namun ketika obrolan dilanjut di rumah aku, Aang mutusin kita buat gak ikut karena tetap dengan masalah aku yang dadakan cuti. Oke mungkin lain waktu.
Pagi. Ada BBM dari Aang yang bangunin aku. Terus aku solat, mandi dan siap-siap buat berangkat ke kantor. Tapi tiba-tiba Aang BBM yang katanya teman-temannya bawel buat ngajakin ke Leuwi Lieuk. Aku sempet suruh biar dia aja yang berangkat ke sana tapi dia juga gak tega dan gak mau berangkat ke sana tanpa aku, karena niat awal berangkat kesana itu sama aku. Jarang-jarang nih dia bimbang gini, dan lagi-lagi aku yakinin dia lagi biar aku cuti kerja. Akhirnya kita pilih berangkat dan aku minta berangkat bareng sama si Kinang. Siap-siap untuk berangkat ke kantor lalu berpindah haluan menjadi siap-siap buat nge-trip dengan tidak lupa BBM-in orang kantor untuk cuti. Yeeaaayyy!
10.30. Aang dan si Kinang udah standby di depan rumah dengan gagahnya. Aang mampir dulu dan packing kembali buat nyatuin bawaan aku dan dia ke dalam carrier-nya yang ukuran 55 L. Setelah selesai kita langsung berangkat dengan Handphone di tangan aku yang Google Maps udah disiapin sama Aang. Karena ceritanya kita mau lewatin jalur baru, kita lewat jalan pintas Tajur arah ke SKI menuju Babakan Madang karena dari situ kita sudah hapal jalurnya karena kita yang pernah ke Leuwi Hejo. Namun menuju ke Babakan Madang kita beberapa kali bingung, dengan aku yang gaptek dan ga pernah gunain google maps yang akhirnya kita minta pertolongan warga sekitar untuk ke sana. Karena jalur menuju lokasi sudah sangat bagus dibanding dulu jadi kurang lebih satu jam setengah kita sampai tujuan parkiran Leuwi Hejo dengan bantuan dari tenaga si Kinang juga (sebelum sakit).
Ternyata Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk itu satu Jalur dengan keinginan yang sebenarnya pengen ke Leuwi-Leuwi lain tapi gagal karena untuk ke Leuwi Lieuk kita harus menempuh jalur dengan jalan kaki yang sangat mayan jauh dan menghabiskan waktu. Jam 12 kurang kita sampai di Leuwi Lieuknya sembari nunggu teman-teman yang tak kunjung datang, Aang dan aku mau istirahat dan makan dulu *asli ini kaya piknik*.

                                  
Perbekalan Aang lengkap banget dan makanannya enak banget pula. Pas banget makanan abis bersih, yang ditunggu dateng juga lalu se-helo dan aku yang udah gak sabar buat nyebur ke aernya yang super duper bersih, jernih dan dingin.










Tak terasa sangking asyiknya berenang dan foto-foto sampe-sampe kita menggigil dan waktu cepet banget berlalu. Lalu kita bersiap-siap pulang karena cuaca sudah mulai mendung. Di tengah perjalanan hujan sudah mulai turun. Lalu diperjalanan pulang menuju parkiran kita berpisah dengan yang lain karena tempat parkir motor yang beda. Sembari nunggu hujan reda, aku dan Aang bersih-bersih dan ganti baju dulu sambil minum susu putih dan susu cokelat hangat yang disedian di warung *sluuurrrppp* romantis.                                         

Hujan Reda, lalu kita bersiap bersua dengan si Kinang yang siap menanti kita. Awalnya si Kinang biasa aja tanpa ngadat, namun tiba-tiba dia gak bisa nyala mungkin karena keujanan *si kinang Pundung* lalu teman yang lain bantuin dan dibawa ke bengkel terdekat. Setelah dirasa aman, lalu kita mutusin pulang dngan kita semua dipecah 2 rombongan yang beda jalur karena posisi rumah.
Ditengah perjalanan pulang gak tau kenapa si Kinang ngadat lagi padahal hujan turun deras, kita bawa ke bengkel lagi dan lumayan cukup lama nyembuhin si Kinang ini.
Dengan muka lelah semuanya tapi kita semua setia nunggu si Kinang sampe sadar. Aku yang jujur saat itu capek, pegel sama kedinginan banget tapi tetep nunjukin semangat karena aku juga kasian liat si Aang kakinya pegel karena nyelah si Kinang sampe ratusan kali. Setelah magrib, akhirnya si Kinang sadar dan bisa diajak ngebut. Pukul 19.00, kita sampe Kota Bogor juga. Lalu kita bertiga memisahkan diri karena beda jalur pulang dengan teman Aang yang lain. Namuuuuunn, lagi-lagi si Kinang tak sadarkan diri dan kembali kita bawa ke bengkel. Anehnya si Kinang selalu ngadat tidak jauh dari bengkel, ini 3 kali si Kinang di bawa ke bengkel, lebih dari sejam akhirnya si Kinang sadar, semuanya aman. Entah kenapa dia beneran ngadat karena gak diajak nyebur di Leuwi Lieuk atau karena dia ditinggal keujanan sendirian, di deket SD dulu aku sekolah padahal bentar lagi nyampe rumah si Kinang pundung lagi. Ya Alloh kita capeeeeekkk, akhirnya kita mutusin buat dorong dia karena memang sudah tidak ada bengkel yang buka, si Aang yang gak tega liat aku jalan bawa carrier akhirnya si Aang dorong motor sambil bawa carrier, supeeeerr deh Ang. Buat ngilangin rasa capek kita ngobrol-ngobrol disepanjang jalan dan aku minta si Aang nginep di rumah dan si Kinang nginep di rumah Umi Aa yang ada di bawah rumah *istirahat dulu ya Kinang Sayaaaang*. Si Aang setuju dan langsung sms si Mamah si Bapa. Pukul 22.00 kita sampe rumah tanpa si Kinang. Alhamdulillah...
Sampe rumah disambut si Cipa yang belum bobo. Sumpah rasa capek kita ilang seketika, lalu bersih-bersih dan aku siapin air anget untuk si Aang, setelah itu kita makan dan dilanjut nonton kartun namun kepotong karena aku yang ketiduran *pelor*. Aang tidur di kamar aku dan aku tidur bareng Cipa. Selamat malam Aang :*

Minara 3 Tahun

Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...