Minggu, 13 November 2016

Nasib Kuliah sambil Kerja (?)

Pas zamanan SMA pengen banget ngerasain setelah lulus menjadi mahasiswa tulent. Maksudnya, yang bisa ngerasain fokus belajar tanpa mikir sana-sini (terutama biaya kuliah) dan jika dosen gak masuk kelas bisa ngumpul sama temen-temen ngerjain tugas yang menumpuk atau sekedar nongkrong-nongkrong di Cafe ternama di kota tercinta. Hal ini mungkin masih bisa dirasain sama mahasiswa yang sambil ngekos, apalagi jauh dari orangtua, bisa ngelakuin itu semua. Walau mungkin bakal ngerasain yang namanya homesick a.k.a kangen rumah, tapi setidaknya mereka mendapat dukungan dari orangtua mereka baik itu secara emosional bahkan material. Namun untuk kalian yang ingin kuliah sambil bekerja, pasti bakal mengalami hal-hal seperti, berikut:

Mengumpulkan Dana untuk biaya Kuliah Sendiri

Teruntuk mahasiswa yang menyandang status karyawan, seperti saya. Yaps, pilihan yang sulit ketika kita ingin kuliah akan tetapi biaya yang menjadi masalah. Akhirnya pasti memutuskan bekerja dahulu setelah lulus SMA dan banting tulang menabung untuk biaya kuliah di tahun berikutnya. Saya membutuhkan waktu 3 tahun (cukup lama) untuk berani memutuskan daftar kuliah. Bukan hanya itu, 80% saya sudah lepas biaya dari orangtua saya, sambil kempang kempis, saya membiayai mulai dari transport, makan di luar, bahkan traveling, dan lain-lainnya. Saya memilih kuliah di kota saya sendiri, gak ada yang namanya ngekos, karena tempat kuliah yang saya pilih tidak terlalu jauh dari kantor saya bekerja, dan dengan jam belajar yang sangat padat membuat saya lebih baik capek pulang pergi rumah, kantor dan kampus. Intinya, masih belum berani yang namanya tinggal sendiri, itu kelemahan saya. Walau jarak antara rumah ke kantor dan kampus seperti satu juta tahun cahaya. Bayangkan segimana jauhnya? *hiperbola*

Akhir Bulan yang Menyedihkan

Pasti kalian sudah mempunyai keinginan ingin beli ini itu dan pergi ke sana sini, jika waktu gajian sudah tiba. Terkecuali dengan karyawan sekaligus mahasiswa. Kami harus pinter-pinternya mengelola uang (lagi –lagi) untuk transport, makan di luar dan biaya semesteran yang cukup menguras kantong. Syukur-syukur masih ada uang sisa dan bisa untuk refreseh-ing. Fiuh, rasanya engap dan mau mati berdiri. Kami harus mengurungkan niat untuk beli ini itu dan pergi sana sini, kecuali harus menabung untuk beberapa bulan ke depan, sampe akhirnya kewujud. Namun, saya anjurkan kalian wajib yang namanya menyisihan uang untuk sekedar jalan-jalan dalam kota, karena otak pun butuh piknik. Kalian pasti bilang “kerja satu bulan, tapi gaji abis satu hari L”. Karena semua gajinya sudah masuk pos masing-masing, di sinilah kepinteran kita me-manage keuangan kita diuji (ciye yang anak manajemen keuangan). Eits, tenang masih ada bulan depan kok untuk dapet uang lagi dan nabung lagi. Haha. Dan kecuali gaji kalian sudah 2 digit dan biaya kuliah kalian gak terlalu tinggi, bahagia mungkin hidup kalian. Huhu.

Waktu yang sangat Padat

Waktu pagi sampai sore hari digunakan untuk bekerja dan sore sampai malam hari digunakan untuk kuliah. Kebayang gak sih, kalian pulang dari kantor capek, ada masalah, dan dateline kerjaan. Lalu, di kampus ada tugas mandiri dan tugas kelompok. Apa yang bakal kalian lakuin? Rasanya saya ingin numpang tidur di kelas aja, ngantuk. Hwaaa. Tapi kalo diingat-ingat dengan biaya kuliah yang gak murah, maka kita harus sungguh-sungguh kuliah, cara terakhir yaitu mencoba mengerjakan tugas bersama temen-temen yang mengalami hal serupa. Yaps, saya tidak sendiri. Maka dari itu, soal tugas kita selalu mencoba saling berbagi, tapi tetap berusaha mengerjakan tugas. Waktu yang padat memang membuat kita agak kesusahan mengerjakan tugas dan terutama berkurangnya waktu tidur kita. Yaaah, jika ada dosen yang tidak masuk, saya pribadi harus berpikir beribu kali untuk ikut sekedar nongkrong bersama temen-temen, namun pasti saya akan memilih pulang agar cepet sampe rumah dan tiduuurrr. Hwahaha.

Kesehatan Nomor 1

Kami bukan robot, yang abis baterainya lalu dganti dengan baterai yang baru. Dimana kami pasti ngerasa yang namanya drop. Manusia normal bekerja normal dari jam 08.00-17.00. terkecuali dengan kami, 08.00-22.00 bahkan bisa lewat darija 10 malem sampai di rumah. Maka dari itu, tenaga yang kami butuhkan sangat banyak, asupan makanan yang harus terkontrol dengan baik. Terakhir ini saya pribadi pernah berpengalaman yang namanya drop sampai 2 minggu lebih, ke dokter sudah tapi tetap drop, ya mungkin karena aktivitas yang terus menerus mengakibatkan obat yang diminum pun tidak bekerja dengan baik di dalam tubuh saya yang kurus ini. Saya yang termasuk tipe orang yang susah minum vitamin dan susah makan, maka termasuk pula orang yang gampang sakit. Tapi, saya juga yang gak bisa sakit dikit gak masuk kerja dan kuliah, saya selalu mencoba menjalani rutinitas secara normal. Sakit selama 2 minggu ini yang membuat saya berpikir untuk mencoba minum vitamin walau seminggu sekali dan memang kesehatan itu nomor 1. Kalian juga ya, guys...


Tapi, di luar kesusahan itu semua, saya yakin semua akan indah pada waktunya. Memakai toga impian dan mencapai cita-cita, itu yang akan melunturkan rasa lelah yang dirasakan. So, Tidak akan ada hasil yang mengecewakan usaha. Maka dari itu, ngeluh boleh asal jangan putus asa aja, guys. Yang pasti ini semua seni dalam hidup, bagaimana pun akan selalu nikmat apabila disyukuri. Alhamdulillah...  


Ps. Walaupun saya perempuan, tidak membuat saya minder, malah semua pengalaman itu menjadikan modal saya, spesial teruntuk si Mister yang nanti meminang. Hiks. Hihi.

Minggu, 25 September 2016

When Our Teacher Wants Grandchild(s)

Malam itu Farhan dengan setia nunggu aku pulang kuliah jam 10 malem. Sesampe di rumah Farhan cerita pas tadi siang dia ganti DP pake foto Farhan, Syifa, dan Aku di BBM, salah satu guru SMK kita yaitu Bapak Yudi Hernawan komen foto itu. Lalu Farhan tunjukin chat BBM-nya. Adek aku yang satu ini emang emang nempel mulu..... our little sister like our daughter.



Chat BBM Pak Yudi & Farhan


Aaaaahhh rasanya sumeringah ada guru yang dengan setia mendoakan dan menanti anak-anaknya memberi cucu. Sebelumnya pun Pak Yudi ini pernah komen status BBM aku dan menanyakan “Bapak kangen sama anak-anak Bapak, kapan bisa maen ke rumah Bapak lagi Ena sama Farhan dan lainnya? Kita silaturahmi.” ~~ Aku jawab "InsyaAlloh nanti kita pada maen ke rumah Bapak yaaaa."
 

Sehat selalu ya Bapak sekeluarga dan doakan kami berdua. Aamiin...

Sabtu, 10 September 2016

Nonton Warkop DKI Reborn vs Makan Sushi


Semua berawal dari akan berakhirnya masa libur semester genap kuliah aku [ingat yaa hanya kuliah aja yang libur, kerja tetep masuk haha]. Farhan berniat ngajak nonton bioskop, entah ada malaikat apa yang lewat haha. Ah, berhubung minggu ini lagi ngehitz banget film Warkop DKI Reborn, Farhan ajak aku nonton film ini. Namun, kita berniat nontonnya hari senin aja karena posisi saat itu hari Jum'at dan aku sedang kerja dan Farhan pengen aku istirahat dulu dan dia mau maen ke rumah aku dulu.

Keesokan harinya, tiba-tiba aku ngidam sushi, gak ngerti deh pagi-pagi aku wa Farhan pengen makan sushi. Karena aku dan Farhan gak tau dimana tempat makan sushi yang enak, Farhan pun nanya temennya yang japanese style bingits, kali aja tau. Kitapun direkomendasiin makan di Restorant Hatsu-Tei Teppanyaki & sushi daerah Lodaya. Sekalian nyari sushi, aku usul sekalian kita nontonnya sekarang aja, hmmm biar ngerasain malam minggu nonton film sama pacar itu kaya gimana rasanya. Hahahaha. Oke, kita berangkat jam 2 aja, kita nonton lalu hunting sushi.

Jam 3 sore, kita udah standby di Lippo Ekalokasari Mall. Dan kita ambil yang jam 16.10 daripada bete, kita beli waffle sama minum dulu. Lalu solat dan langsung masuk ke bioskopnya.


Nah, ngomong-ngomong jadi film Warkop DKI Reborn ini seperti flashback film-film Warkop DKI yang dulu, yang dijadikan dalam satu film. Mas Dono diperankan oleh Om Abimana Arysatya, Mas Kasiono diperankan oleh Om Vino G. Bastian, dan Mas Indro diperankan Om Tora Sudiro. Oiya difilm ini juga Mas Indro memerankan dirinya sendiri dimasa depan yang membayangi Mas Indro saat masa muda. Aseli (asli) banget film ini bikin malam minggu aku sama Farhan nambah ceriaaaaa... kita ketawa-ketawaan terus melihat akting mereka semua, lalu film-nya berakhir di Malaysia (entah kenapa bisa nyasar kesana) yang harus mencari harta karun untuk bayar denda karena ulah kekonyolan mereka dan memang ada beberapa bagian yang kurang greget yaitu pas Mas Kasino a.k.a Om Vino G. Bastian akting nyanyi di Airport. Oiya filmnya hanya 94 menit aja dan kita tinggal nunggu kelanjutan filmnya lagi. I can’t waiiitttt.... but, jangan sampe ada film-film reborn lainnya lagi karena kalo dipikir-pikir, Indonesia kan terkenal dengan budaya latahnya.

Next, kita solat dulu lalu meluncur langsung ke restoran ala jepang di daerah Lodaya, kita pilih menu Tuna Salad Maki & Spicy Salmon Maki. Kita adaptasi *hihihi* dengan makanannya dan abisin semua sushinya. Abisssss....

Kamis, 25 Agustus 2016

CONGRADUATION



Hari ini, Farhan wisudaan. Ceritanya aku berniat mau naik Grabbike aja ke lokasi yaitu di Braja Mustika. Tapi, malem-malem Farhan whatsapp, bilang Teh Fira gak bisa ikut dan aku disuruh berangkat bareng aja di mobil sama Mamah, Bapak, Teh Dya juga. Karena aku belum beli bunga, akhirnya mutusin tetep naik Grabbike. Tadi pagi Farhan setelah sampai lokasi whatsapp aku lagi bilang di depan banyak tukang bunga dan dia kesal karena aku gak percaya sam dia *gara-gara tukang bunga*, oiya whatsapp Farhan itu aku gak bales lagi hihi niat mau ngerjain ceritanya. Dipikir-pikir naik Grabbike ribet juga karena kuota aku udah limited hihi dan akhirnya aku mutusin naik angkot *the best transportation deh*.


Boneka Kodok dan Buket Bunga
Sampai lokasi jam 9 kurang, matahari mulai naik dan terik, karena hari sangat cerah. Aku mutusin beli buket bunga berwarna putih biru dan satu boneka kodok wisuda (berharap Farhan gak marah lagi aku kasih boneka setelah ulangtaun dia 5 taun yang lalu aku kasih boneka kodok yang akhirnya bonekanya aku yang simpen). Lalu aku whatsapp Teh Dya nanya nunggu dimana. Teh Dya nunggu di deket kolam renang, katanya tempatnya sepi. Iya, memang di atas udah seperti lautan manusia dan tukang dagang dimana-mana. Akhirnya aku ketemu Teh Dya. Udah ngobrol ngaler-ngidul, liat anak-anak berenang sampe ngiler pengen berenang karena cuaca panas, liat seorang Bapak yang terpaksa nyebur nolongin anak kecil mau tenggelem, ketawa-ketiwi, sampe selfie juga, tapi waktu berasa masih lama, sampe akhirnya kita berdua kelaperan dan mutusin naik ke atas untuk nyari makanan di depan. Baso dan soto mi kita pilih untuk ngeganjel ini perut, dan kayanya acaranya bentar lagi beres. Setelah makan kita mulai nunggu kabar dari Mamah. Oiya aku sempet whatsapp ke Farhan, aku gak bisa dateng karena gak bisa cuti. Hihi terserah dia percaya apa ngga. Dan si Mamah juga sempet whatsapp ke Teh Dya, nanya aku dateng apa ngga.

Teh Dya dan Aku
 
Hari semakin siang dan panas, semakin banyak juga orang-orang. Asli aku sama Teh dya udah kaya paparaji nunggu artis hollywood, rasanya pengen pingsan. Kita berdua hampir lupa, bawa balon S.KOM-nya. Akhirnya kita harus ke mobil dulu untuk ambil balonnya. Aku sempet malu sih bawa balonnya dan nanya ke Teh Dya “Teh, alay gak sih bawa beginian, kayanya dari tadi gak ada yang bawa?” Teh Dya jawab “Ngga Atuh, malah beda dari yang laen dan yang laen pasti pada pinjem. Haha.”.
Aku, Mamah, dan balon SKOM

Ternyata si Mamah dan Bapa udah keluar, setelah pusing-pusing saling nyari kita semua ketemu. Dan Farhan nyuruh masuk ke dalem, aku sama Teh Dya juga mutusin ikut. Aku ketemu juga sama artisnya nih, akhirnya... bunga dan boneka pun aku kasih “Ciye udah wisuda....”. akhirnya sesi foto-foto. Hmmm, di dalem gedung adem ya Ang. :’) 


 
Aku, Mamah, Bunga, dan Buket Bunga
Aku dan Farhan
Aku dan Farhan
Farhan, Aku, Mamah, dan Bapak
Hari ini aku berasa ikut seneng banget karena banyak hal. Alhamdulillah.



Time flies so fast. Congratulations on your graduation, a blessing with your bachelor degree. And hopefully I quickly following.


Ps. Thanks to Teh Dya udah mau fotoin. :) 

Senin, 15 Agustus 2016

Kemping Semalam di Suaka Elang 2



Hi Suaka Elang, kita berjumpa lagi. Nah, untuk memanfaatkan libur sabtu-minggu kali ini kita kemping lagi di Suaka Elang, Loji. Setelah beberapa bulan lalu kita berdua kemping bareng temen-temen cowo kuliah Farhan, kali ini kita kemping bareng temen SMK kita berdua yaitu Armansyah a.k.a Peo dan satu teman cewenya Fawuziah. Sejenis napak tilas. Kali ini kita kemping berempat, karena kalo berdua masih belum boleh.

Singkat cerita, kita sampai di lokasi pas adzan Magrib, jadi kita istirahat sambil solat dulu. Lalu lanjut untuk pasang tenda takut keburu hujan. Tak lama gerimis turun. Sembari nunggu para cowo pasang 2 tenda, aku dan Fawu berniat mau memasak air, dan taraaaaaa Hi-Cook lupa dibawa oleh Peo. Peo yang dapat kebagian tugas bawa itu sepanjang malem sampe pulang kita bully (don’t try, Oke!). Karena tanah basah dan udara juga dingin, tidak memungkinkan kita untuk mencari kayu bakar. Akhirnya, aku dan Fawu (biasanya cewe gampang dapet bantuan) coba nyari ke tempat pembelian tiket masuk, ternyata kurang beruntung (kurang bersahabat orang-orangnya), kita coba nyari kebeberapa tenda dan ada beberapa orang baik yang masih mempunyai Hi-Cook sisa (yang isinya masih lumayan banyak). Alhmadulillah, bisa untuk masak aer sekedar seduh mi, kopi, teh, dan susu coklat yang hangat. Tenda sudah berdiri, lalu kita masak aer dan meminum minuman hangat sambil ngobrol dan dengerin lagu.
Tenda Cowok
Tenda Cewek
Kayaknya Farhan kecapean, dia tidur duluan. Hujan turun pas malem, Alhamdulillah tendapun semua aman, gak kaya waktu kemping lalu yang tenda hampir bobrok. Udara lumayan dingin walau udah pake jaket dan sleeping bag Farhan, sedangkan Farhan rela kedinginan padahal dia lagi flu. Makasih sayang.
 Aku bangun duluan, kelaperan, akhirnya makan cemilan, dan gangguin tidur Farhan, akhirnya dia juga ikut bangun. Lalu kita ke kamar mandi sembari menghirup udara segar dan solat.

Matahari agak malu-malu untuk menampakkan silaunya, lalu kitapun masak air kembali untuk buat minuman hangat dan goreng sosis mi goreng andalan aku hihi, sembari pada pasang hammock. Kali ini, kita pasang 3 tingkat hammock. Lalu, kita tiduran di hammock lalu foto-foto, aku sama Farhan sempat buat video tutorial cara naik hammock bertingkat. Lihat video Farhan rasanya pengen ketawa terus. 
 
Hammock 3 Tingkat



Kekasih
Muka siapa yang paling judes?



Haha. Daaaaann sepertinya kita semua mulai lapar karena dari semalem kita hanya makan cemilan dan tadi pagi sarapan mi dan sosis mi goreng. Memang yaa, kalau kita gak boleh nyerah sama keadaan. Berawal dari Peo yang ingin buat kopi panas dan dia takut Hi-Cook nya abis, dia buat api dari bekas daun-daun dan ranting pohon pinus. Farhan lalu inisiatif cari ranting yang kuat yang bisa menopang beratnya nesti berisi air. Oke misi selesai, air mendidih dan kita mencoba masak nasi. Yakin? Bissmillah. Karena perlengkapan ngeliwet sudah komplit seperti beras, ikan teri, cabe, bawang merah, bawang putih, tomat, garem, sambel, timun dan juga jengkol >.<, sayangkan kalau itu semua harus dibawa pulang lagi, makanya kita nekat masak nasi di atas bara tadi dan masak lauk-pauknya di kompor yang gasnya tinggal (kayanya) sisa dikit. 

Primitif tapi Kreatif




Si Teteh sama Si Aa di sana, btw kepoin kita.Hihi


Aku yang deg-degan takut nasinya masih mentah tapi Alhamdulillah, semuanya matang dengan pas. Tidak ada yang tidak mungkin, dengan gas dan bara api seadanya, kita berempat bisa makan dengan kenyang. Bahagia banget deh asli.
 
Alhamdulillah enak...
Karena cuaca masih agak sedikit mendung, kita mengurungkan niat untuk ke Curug Cibadaknya. Lalu kita, bersiap beres-beres untuk pulang.
 
Akhirnya... :*





Rasanya senang luar biasa bisa kemping dan quality time sama pacar. Bisa bekerja sama dan kompromi dalam hal apapun yang membuat kita tahu sifat masing-masing.

Setelah itu kita semua mampir di rumah Peo, karena hujan cukup deras. Btw, selamat ulangtaun Peo. Haha. Pantesan dari kemaren kita semua pengennya bully elu mulu.





FYI. Ketika dateng, kita melaui jalan sawah lalu melewati yang ada bendungan sungai yang airnya kecil dan untuk pulang kita tidak boleh melalui jalan yang kita menyebrangi jembatan gantungnya. Karena konon katanya itu jalan milik sebuat PT (entah PT. apa itu). Walau tidak ada tulisan DILARANG melewati jalan tersebut, kita tetap tidak boleh lewat (aneh yah, mana kita tahu dan lagian kita tidak akan merusak ataupun mencuri apapun). Walau saat pertama kali kita dateng ke Suaka Elang beberapa bulan lalu, kita bisa pulang lewat jalan yang kita menyebrangi jembatan gantung tersebut.

Dan satu lagi masalah tiket. Tiket masuk Rp. 5.000 dan untuk kemping Rp. 7.500, tapi kita diharuskan bayar Rp. 20.000. Sisa Rp. 7.500 nya itu untuk kebersihan katanya. Dan ini juga resmi dari pemerintah juga katanya, padahal kita lihat dari kertas tiketnya tidak ada tulisan yang resmi dari pemerintah. Karena ada pengunjung yang komplain dengan harga tersebut, tapi memang benar kok, itu cukup mahal. Okelah wallahu’alam.

Minara 3 Tahun

Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...