Rabu, 28 Desember 2016

Day 3 : Explore Bali



Desember... apa yang anda bayangkan dengan bulan ini? Yups, cuaca. Hujan akan sering turun. Kecuali ya di Bogor, dari awal sampai akhir bulan akan turun hujan terus, walaupun itu musim kemarau.

Setiap hari Rabu, di sepanjang jalan dan halaman rumah warga Bali sedang ada upacara adat

Hari ketiga
Seperti biasa bangun pagi (padahal paling telat bangunnya) saya langsung mandi air hangat (lagi). Turun ke bawah dan sarapan. Lagi-lagi sarapan di hotel kurang menggairahkan. Hupt.

Pagi diawali dengan gerimis yang hangat. Cuaca yang buruk menggagalkan rencana kita untuk bangun pagi buta untuk melihat si lumba-lumba di Pantai Lovina.

Bali Tour me-reschedule ulang, Pantai Lovina diganti dengan mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan. Saya sangat penasaran dengan tempat ini, karena salah satu pura yang ada di sini mendapat tempat spesial dimata uang Indonesia yakni pecahan 50.000 Rupiah. Akhirnya kesampaian foto langsung uang 50.000 dengan pemandangan aslinya. Seneng, alhamdulillah. Sebelumnya kami semua makan di Restaurant Ulun Danu Beratan Buffet Lunch. Setelah kenyang menyantap sate daging gulungnya Bali, sangking lapernya karena pagi cuma sarapan nasi sayur sejumput, saya langsung makan dengan lahap tanpa dokumentasikan makanannya hehe. lalu kami langsung menikmati pura dan danau yang diselimuti kabut indah.
 


❤❤♡♡♡♡❤❤♡♡

Tak berhenti melihat Pura Ulun Danu, kami melanjutkan perjalanan ke waterfall Gitgit Buleleng Bali. Dari Pura Ulun Danu menuju air terjun ini kami terjebak macet yang sangat panjang. Lebih dari satu jam kami sampai parkir dan melakukan perjalanan kaki + 50 m.Rute yang kami lewati tidak se-ekstrim perjalanan kita di beberapa air terjun yang ada di Bogor, kami hanya melewati banyak tangga jalan setapak dengan pemandangan hutan yang hijau, kebun cengkeh, kebon kopi dan beberapa kios jajanan dan souvenir yang tersusun rapih. 



Di sini saya tidak merasa lelah. Setelah melewati perjalanan air terjun setinggi 48 m ini bisa saya nikmati. Sebenarnya daerah sini masih ada beberapa air terjun lainnya namun waktu yang kami punya tidak cukup. Hembusan air lembut yang mengelus seluruh badan membuat saya segar dan rasanya aaahhh kok rindu Bogor (lagi).


Puas dengan kesegaran air Terjun Gitgit, masih ada lokasi wisata terakhir untuk mengakhiri perjalanan hari ini, yaitu Tanah Lot. Hhmmmm penasaraaaannn.

Sampai dilokasi cukup sore, sayang cuaca mendung sunset yang diharapkan tak kunjung datang.

Ada beberapa pura juga di sini. Bali memang terkenal dengan kentalnya budaya dan agama. Dan di Tanah Lot inipun mempunyai sejarah yang menarik untuk disimak.


Sejarah
Sejarah Pura Tanah Lot Bali Indonesia berdasarkan legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali.
Pada saat itu yang berkuasa di pulau Bali adalah Raja Dalem Waturenggong. Beliau sangat menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya, sehingga penyebaran agama Hindu berhasil sampai ke pelosok – pelosok desa yang ada di pulau Bali.
Dalam sejarah Tanah Lot, dikisahkan Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di sebuah pantai di desa yang bernama desa Beraban Tabanan.
Pada saat itu desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti, menganut aliran monotheisme.
Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan.
Dengan berbagai cara Bendesa Beraban ingin mengusir keberadaan Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.
Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang yang berada di tengah lautan.
Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.
Dikisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.
Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Legenda
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa, yaitu Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu, penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya karena para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha menyanggupi, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhirnya disebutkan bahwa Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Nirartha. (Source : Di sini)

Cerita di atas berikut merupakan cerita singkat yang ada di Bali. Saatnya saya menikmati deburan ombak dan segarnya angin yang menyapa sore ini.

 



By the way, karena aku juga rindu Bogor, sebelum menikmati indahnya pantai dan pura ada video call yang masuk dari si Aa di Bogor, ternyata ada si Cipa.... I miss you my little sist!!


Kami pun kembali ke elf (mobil yang setia menemani kami selama di Bali) menuju tempat makan
Ayam Taliwang. Ini sebenarnya masakan asli Lombok. *karena ngarep next bisa berkunjung ke Lombok* hari mulai gelap, dan kami bersiap kembali ke hotel. tidur yang nyenyak karena masih ada hari ke-4, ke-5 dan ke-6.

Selamat malam Bali...



Selasa, 27 Desember 2016

Day 2 : Explore Bali



Selamat pagi Bali.... ini adalah hari kedua saya berada di Bali. Hmm.. kangen orang Bogor yang keturunan Depok juga. Hihi. Oiya, by the way, ketika saya hari pertama di Bali kemaren, Farhan pertama kali kerja. Alhamdulillah dia diterima kerja di Rumah Sakit Azra Bogor. Maaf ya sayang, kamu pertama kali masuk kerja, aku malah jalan-jalan. Aku berdoa kamu semangat kerjanya dan nanti kita bisa ke Bali berdua saja. Aamiin yaAlloh.

Hari kedua
Next, hari ini sama seperti kemarin, jadwal sudah disediakan oleh Bali Tour.

Diawali dengan sarapan di Hotel. Hm, entah sarapan kali ini saya merasa tidak bersemangat. Tapi saya paksa perut untuk nerima beberapa makanan yang saya masukan.





Selanjutnya saya cek dijadwal, fullday Bounty Cruise yaitu wisata kapal yang mewah selama satu hari. Lokasi yang akan kita tuju kali ini adalah di Pelabuhan Benoa. Posisi hotel memang sangat strategis dekat dengan Bandara Ngurah Rai, tapi kok berasa jauh ke tempat-tempat wisata yang kita tuju yaaa... perjalanan kurang dari 1 jam, kita sampai di Pelabuhan Benoa Bali.
with Olive





Lalu kita check in. Entah dengan pedenya saya langsung masuk kapal Bounty dan lupa untuk meminum antimo (you know what, yes!!!).

Bounty Cruise Bali adalah sebuah kapal pesiar terbesar di pulau Bali, identik dengan kapal berwarna kuning. Kapal pesiar bounty cruise adalah jenis kapal catamaran dilengkapi pemecah gelombang, dan stabilizer komputerisasi dengan standar keselamatan internasional. Dengan tujuan agar penumpang nyaman berada di dalam kapal saat berlayar.
Kapal Bali Bounty Cruises, di buat oleh sebuah perusahan kapal Australia, nama perusahan pembuat kapal bernama Austal Ships Australia. Kapal pesiar Bounty Cruise memiliki panjang 44 meter dan dapat menampung 600 penumpang, lengkap dengan standar eksekutif layanan.
Kecepatan maksimum jelajah kapal 28 knots. Kapal Bounty Cruise memiliki 3 lantai / deck dengan kapasitas tempat duduk berbeda. Saat pelayaran wisata kapal pesiar Bali Bounty Cruise, anda dapat melihat pemandangan laut selatan di selat Bali. (source: disini)


Kapal akhirnya berhenti di tengah laut yaitu di Nusa Lembongan di Kabpaten Klungkung, lalu semua wisatawan pindah ke kabin kapal yang lain untuk menikmati santap siang yang lezat. Sebelumnya di hotel saya sudah mempersiapkan baju ganti karena adanya permainan air seperti Banana Boat, snorkling, Tour ke Desa dan Water slide. Namun semuanya gagal dengan jekpot yang tadi saya alami. :( Ah payah! Akhirnya saya hanya banyak makan saya pilih spageti pedas dengan daging cincang, udang yang besar, ikan laut yang segar, dan pencuci mulut yang bikin melek yaitu rujak. 

Tour ke Desa pun gagal dikarenakan ada hal yang tidak memungkinkan. Sambil nunggu yang lain bermain permainan air, saya, mba Fitri dan mba Suci memilih naik ke atas untuk menikmati pemandangan. Wooowww... ternyata benar pemandangan di atas masyaAlloh indahnya, hamparan laut biru, kapal-kapal putih yang terlihat kecil dan gugusan pulau kecil yang sangat damai.






Setelah puas, kapal akan siap kembali ke Pelabuhan Benoa. Dikarena masih adanya rasa pusing, mba Suci dengan baik hati memberikan saya senderan untuk tiduran. Ditengah perjalanan pulang, ombak sangat cukup besar sehinga membuat badan para wisatawan cukup beguncang. Alhamdulillah kita sampai di pelabuhan dengan selamat.

Selanjutnya kita akan makan sore dengan menikmati sunset di Jimbaran. Sayang sangat amat sayang sekali, bibir pantai dipenuhi dengan sampah-sampah plastik. Pak Niko said “Setiap tahun tepatnya di akhir tahun ini di bulan Desember, Jimbaran memang selalu setia menerima sampah-sampah plastik yang entah dari mana asalnya, dibulan lain Jimbaran aman dan bersih dari sampah.Please, keep environment clear, guys!



sedih yah liat sampah dimana-mana

Setelah kenyang dan puas menikmati sunset, kami berisap kembali ke Hotel. Kasur mana kasuuuurrrrr... hari ini berasa panjaaaang sekali. Yang saya akan rindukan hari ini adalah Nusa Lembongan. I will miss you, see you soon i will come again with my husband! Insyaalloh.


Tiba di hotel, saya langsung mandi air hangat dan tidur untuk menyiapkan tenaga untuk hari esok. penasaran kan, besok saya akan pergi kemana? Waittt...

Senin, 26 Desember 2016

Day 1 : Explore Bali

Fly So High
Kantor tempat dimana saya bekerja memberi reward kepada semua karyawannya dengan mengadakan gathering ke Bali selama satu minggu, wooouuuuwww... yakni pemberangkatan 26 Desember – 31 Desemeber. Banyak tempat wisata yang akan kami kunjungi, travel yang kami pilih yaitu My Bali Tour. Jadi kami tidak perlu pusing-pusing akan pergi kemana dan mencari jalan untuk menuju ke tempat beberapa wisatanya.
Bandara Sokarno-Hatta
Bandara Ngurah Rai
Penyambutan dari Pihak Bali Tour
Hari Pertama

Nasi Pedas Ibu Andika
Malam sebelum pemberangkatan saya diantar Farhan ke rumah mbak Fitri. Keesokan harinya, pemberangkatan dimulai dari rumah buta menuju Bandara Soekarno-Hatta lalu kami dijemput di Bandara Ngurah Rai Bali oleh tourguide yang disediakan dari Bali Tour pada pukul 10.00 WIT. Guide yang akan menemani kami selama seminggu bernama Bli Edi. Ternyata dia tinggal di Tangerang dan pernah ke Bogor juga. Namun, dia lahir di Bali dan sebagian besar keluarganya tinggal di Bali juga. Oke... salam kenal ya Bli Edi.
Setelah kita terima sambutan, kami langsung diantar makan siang di Nasi Pedas Ibu Andika. Sambelnya edeuuusss pedes bingit
 
Oke, setelah kenyang, kami semua cuusss menuju Water Blow Nusa Dua. Cuacanya super duper panas, sunblock pun kami tempel-tempelkan ditangan dan muka, bukan karena takut hitam tapi menghindari hal buruk yang akan terjadi pada kulit karena perubahan cuaca yang cukup ekstrim. Nah, di pantai ini kita bisa melihat sebuah laut lepas dengan karang-karang yang membentang luas di sisi laut, seolah-olah menjaga daratan dari ombak yang dahsyat. Dan benar, ombak yang menabrak karang tersebut akan membuat ombak tersebut terlempar ke atas dan membuat kita semua kagum, walau kita harus sabar dalam menunggu ombak yang datang. Di sini, selain kita bisa melihat ombak, kita juga bisa melihat para Bli yang memancing lobster dari kejauhan. Awal yang sangat mengagumkan. Btw, kenapa disebut pantai? Karena lokasinya berada di tepi lautan samudera Hindia Selatan.
 
Silaauuu...

Ena dan Mba Fitri <3
                       
Hamparan luas laut lepas dengan karang yang tajam

Patung Krisna Dan Arjuna



Lalu kita lanjutkan ke tempat terakhir di hari pertama ini sebelum kita menuju ke Hotel tempat dimana selama 1 minggu kita tidur. Kita menuju ke Puja Manadala. Puja Mandala yaitu tempat dimana ada terdapat 5 tempat ibadah untuk 5 agama. Sembari menunggu yang solat, sebagian pun beristirahat.

Hari telah sore, kami pun pergi ke Hotel yang bernama J-Hotel. Oiya, karena kita semua cukup kelelahan dan tidak sempat makan di Nasi Pecel Ibu Ninuk, akhirnya makanannya dibungkus untuk makan di hotel.
Kami chek-in di hotel pukul 20.00 WIT. Badan rasanya kaku, namun masih ada hari-hari berikutnya. Mari kitamandi air hangat dan tidur.


Selamat tidur... salam rindu untuk yang di Bogor.

Minara 3 Tahun

Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...