Minggu, 22 Januari 2017

Resep : Pizza Teflon



Hai bloggirls...
Postingan kali ini aku pengen share tentang resep dan cara membuat pizza teflon. Hah, pizza teflon? Yaps, maksudnya pizza yang dipanggang tanpa oven, yaitu menggunakan teflon. Yuk mariii....

Bahan-bahannya :
250 gr tepung terigu
1 sdt ragi instan
2 sdt gula pasir
200 ml air hangat
1 butir telor
3 sdm mentega
3 sdt minyak
½ garam

Topping :
4 buah sosis
1 ons Keju mozarella
7 sdm Saos tomat (jangan saos exra pedas ya... :( )
Mayonaise
Bawang bombay (sesuai selera)
Paprika merah dibagi 2
Paprika kuning dibagi 2

Ps : bahan di atas bisa dirubah kok takaran dan jumlahnya sesuai yang kamu butuhkan...
Langkah :
  1. Campur terigu, ragi instan dan garam. Tambahkan mentega, campur rata hingga berbulir. Tambahkan minyak goreng, campurkan merata. Masukkan telu, campur merata. Terakhir masukkan air gula, secara bertahap. Diuleni bahannya hingga merata. Lalu, adonannya istirahatkan selama 15 menit hingga mengembang di dalam wadah yang ditutup serbet atau plastik.
  2. Sambil menunggu adonan dough jadi, mari kita buat dulu toppingnya. Sosis dipotong bulat, Bawang bombay, paprika merah, paprika kuning diiris-iris korek api. Lalu siapkan teflon untuk menumis toppingnya, masukkan mentega, saos dan bahan yang sudah diiris tadi. Ps. Cobain dulu takut kepedesan. :( 
  3. Setelah 15 menit, kempiskan dough-nya. Tata pada teflon yang bersih, bentuk pizza-nya bebas mau bulat, kotak, atau love juga bisa. Oiya, buat pizza enak yang tipis biar bawaahnya cruncie dan atasnya empuk. Setelah siap, jangan lupa, adonan ditusuk-tusuk dengan garpu.
  4. Nyalakan api, panggang sebentar, lalu masukkan bahan tumisan yang tadi udah dibuat, oleskan hingga merata. 
  5. Jangan lupa masukkan keju mozarella. Gunakan api yang kecil, agar matang merata. Setelah + 20 menit, bubuhkan mayonaise. Lalu angkat pizza dari teflon. Potong, lalu nikmati selagi hangat.


Aku coba buat ini sebagai pengganti kue ulang tahun untuk kekasih, tinggal tambahkan lilin-lilin di samping piring yang akan disajikan nanti, karena bosen dengan cake. Lumayanlah tidak terlalu mengecewakan.

Selamat mencoba, bloggirls...

Kamis, 05 Januari 2017

Serangkaian Kode


Taruh dulu gadget-mu, lalu tatap mataku. Lupakan sejenak mengenai jejaring sosial di antara kamu dan aku. Sadarkah bahwa itu semua semu? Sayangku, tak perlu lagi merajuk. Dunia maya bukanlah tempat yang tepat untuk sepasang kekasih bersibuk.

Untuk apa memajang foto kita berdua? Cita-citaku ingin fotomu ada di buku nikahku. Untuk apa mention-mentionan mesra? Selama ada pulsa, aku lebih memilih kita berkomunikasi di chat box, SMS, atau telepon. Kita, cukup kita yang tahu. Untuk apa mengucapkan happy anniversary setiap bulan? Aku ingin menjadi seseorang yang bisa bersamamu tahunan, bukan bulanan; merayakan bersamamu tahunan, bukan bulanan. Untuk apa saling menulis nama di bio? Apa belum cukup aku menulis namamu dalam setiap doaku pada Tuhan? Untuk apa saling memaki saat kita berdua berselisih pendapat? Masalah tidak perlu diumbar. Mereka belum tentu simpatik. Seharusnya pasangan bisa saling menutupi keburukan satu sama lain, bukan sebaliknya.

Sudahlah. Aku dan kamu tidak usah terlalu digembar-gembor. Yang hening-hening syahdu itu yang biasanya langgeng. Bukan yang dipamer-pamer. Pada waktunya, dunia hanya perlu tahu kalau kita hebat. Kebahagian tidak membutuhkan penilaian orang lain.

Bukankah hidup ini sebetulnya mudah? Aku rindu, datangi. Jika tidak senang, ungkapkan. Jika cemburu, tekankan. Jika lapar, makan. Jika mulas, buang air. Jika salah, betulkan. Jika suka, nyatakan. Jika sayang, tunjukkan. Manusianya yang seringkali mempersulit segala sesuatu. Ego mencegah seseorang mengucap “aku membutuhkanmu”.

Bagaikan pendeta pramuka, detektif, atau agen rahasia, kita senang sekali membuat kode. Mungkin evolusi membuat manusia menjadi makhluk super rumit sehingga kita kerap berkata “enggak kenapa-kenapa” padahal kenapa-kenapa; menunjukkan senyum padahal sedang bersedih; menyindir-nyindir padahal bisa berbicara baik-baik dengan orang yang kita tuju.

Walhasil, apa daya orang-orang sepertiku yang tidak terlalu ‘ngeh’ dengan kode? Kami berujung diberi label ‘enggak peka’.
Coba sesekali simpan gengsimu itu. Akan luar biasa menyenangkan untuk bisa mengucapkan apa yang ingin kau ungkapkan. Serius... aku tahu rasanya. Taruh dulu gadget-mu, lalu tatap mataku. Sebuah dialog akan lebih mendewasakan dibandingkan permainan kode. -Fiersa Besari, Garis Waktu Hal 78-81.

Sabtu, 31 Desember 2016

Last Day In Bali

Tinggal satu hari lagi udah 2017 aja. Waktu cepat berlalu. 2016 ini yang berkesan adalah bisa mengunjungi Bali, ngga tanggung-tanggung 6 hari berada di sini.

Hal yang pertama dirasain saat berkunjung di sini yaitu orang-orangnya yang ramah, adat istiadat yang sangat melekat, dan alamnya yang indah. Indonesia emang kaya akan keindahan alamnya.

Hari ini, saya hari terakhir berada di Bali. Bakal kangen banget sih. Tapi, saya harus pamit. Semoga Alloh memberi rezeki untuk saya bisa kembali ke Bali menikmati pesona alam yang lainnya.

Semaleman kemaren saya packing semua barang saya dan agar tidak ada yang ketinggalan, sampe-sampe Mba Fitri dengan setia membantu menata koper saya. Semua aman. Lanjut istirahat.

Pukul 08.00 WITA kami sudah standby depan hotel untuk dijemput menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tak perlu memakan waktu lama, + 15 menit kami sudah sampai. Sampai jumpa Bali.

Bissmillah, terbang menuju Bogor dan bertemu dengan semua hal tentang Bogor. Akupun rindu.



Jumat, 30 Desember 2016

Day 5 : Explore Bali

Nggak terasa sudah hari kelima saya ada di Bali.
Hari ini agak sedikit santai, karena perjalanan dimulai pukul 12,00 WITA. Santaaaiii, bisa bangun siang. HAHA.

Hari kelima
Perut mulai lapar dan pihak travel mengajak kami makan siang di Ayam Betutu Gilimanuk Restoran. Cuaca sangat panas dan Bali mulai macet, efek mau tahun baru mungkin yaaa.

Source : Google
Oiya... Aku pilih ayam Betutu kuah. Awalnya aku liat penampilan kuahnya seperti soto kuning Bogor, sempet nolak, namun atas rekomendasi Pa Nico dan saya coba kuahnya ternyata rasanya beda. Maaf yaa karena saya memang kurang suka kuah bersantan. Alhamdulillah, ini makanan tersegar yang saya rasakan di Bali, seperti biasa menunya ada nasi putih, ayam betutu kuah dan plecing kangkung. Sampe lupa untuk foto makanannya, saya ambil dari mbah google aja ya.




Setelah kenyang, kami lanjutkan perjalanan. 4 hari kemaren kami bermain di outdoor dan kali ini seharian kami bermain indoor, pertama kami ke DMZ 3 Dimensi Meseum, tidak jauh dari lokasi hotel. Di sini banyak lukisan-lukisan yang 3 dimensi (yups sesuai namanya). Meseumnya luas cocok bange buat suka foto-foto, tapi di sini saya tidak terlalu menikmati karena badan cukup lelah. Dan karena momennya pas saat liburan akhir tahun, jadi di dalam sangat ramai sekali. Untuk harga dan penjelasannya bisa cek di sini.


Setelah ini seharusnya kami langsung diantar ke Jogger, namun kayanya travel ngasih bonus ke kami yaitu untuk mengunjungi ke suatu tempat dimana semuanya terbalik please ini dunia terbalik (?). Yang kedua kami mengunjungi Upside Down world Bali yang baru diresmiin pada tanggal 01 Maret 2016, yang letaknya berada di Jalan Bypass Ngurah Rai Pemogan Nomor 726. setelah masuk kesini kalian jangan pusing yaaa. Dan untuk penjelasan lebih jelasnya juga kalian bisa cek di sini.


Setelah puas dan rasanya kok pusing karena semuanya terbalik tapi seru kok, travel membawa kami ke pusat oleh-oleh Bali Jogger Bali. Berhubung oleh-oleh untuk seluruh keluarga sudah komplit dan saya tidak sanggup untuk mengantri di sini karena cuacanya yang bikin laper. Maka saya putusan mencari baso. Hmmm, laper lagi.

Setelah yang lain puas belanja dan saya kenyang. Berhubung lokasi Jogger tidak jauh dari hotel. Maka kamipun jalan kaki ke hotel. Lalu, istirahat.
Besok, hari keenam. Yup, besok hari terakhir.,,

Minara 3 Tahun

Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...