Jumat, 04 November 2022

Pertama Kali Minara Berenang

Berawal dari ajakan salah satu Eninnya Minara untuk ajak keluarga besar Bapa berenang. Yeay Minara pertama kali berenang (dibaca : main air) di kolam renang besar.

1 hari sebelum keberangkatan, ternyata malamnya anak Ibu demam tinggi dikarenakan tumbuhnya gigi pertama Minara. Hampir memutuskan untuk tidak ikut, tapi Bapa tetap membujuk untuk ikut. Oke baiklah. Kami akan berenang di Kolam Renang Marcopolo Bukit Cimanggu Bogor.

Saya berniat untuk tidak membuat Minara untuk tidak kena air sedikitpun, karena semalem itu demamnya memang tinggi. Namun apa daya karena Minara digendong oleh Bapa, saya sudah mendapati Minara dengan baju basah dengan muka anaknya bahagia. 

Dan saya langsung cek kondisi badannya, demamnya tidak ada sama sekali. Loh, kok bisa. Menurut Enin-Eninnya keluarga Mamah Ageung (Nenek dari Bapa) kalau sakit memang harus pergi jalan-jalan.

Dikarenakan niat awalnya tidak akan nyebur, sayapun tidak bawa sabun ataupun sampo bayi, untung banyak saudara yang punya anak kecil jadi saya meminta sabun dan samponya. Terima kasih.

Dibalik kekhawatiran saya, namun lega melihat anaknya bahagia.

Terima kasih untuk untuk keluarga Bapa.


Sabtu, 07 Mei 2022

Aqiqah Minara

U’iidzuki bikalimaatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammah, wamin kulli ‘ainin laammah.

Ibu Bapak memutuskan untuk mengaqiqahkan Minara di rumah Rancamaya, lebih tepatnya di musola milik keluarga Yuyut Ibu, Mushola H. Maksum.

Kami mengundang keluarga inti dan teman-teman pengajian Yuyut. Acara dilaksanakan secara sederhana saja. Agar tidak merepotkan orang rumah juga, Ibu memesan paket aqiqah. Nah, kebetulan Ibu ada rezeki lebih dan Ibu belum aqiqah, maka Ibu sekalian aqiqah juga. Jadi kambingnya disembelih di tempat pesan aqiqah dan masakan kambing yang sudah jadinya diantar ke rumah untuk dibagikan ke keluarga dan para tamu. Ibu hanya membuat hiasan uang yang ditancapkan di atas kelapa.

Minara anteng saat acara berlangsung, dimana dia diajak muter mengelilingi para tamu yang sedang solawat dan mencukur sedikit rambutnya. Alhamdulillah acara lancar.

Mudah-mudahan Minara menjadi anak yang selalu bahagia dan membahagiakan, diberi kemakmuran serta pintar dan solehah. AAmiin.


Sabtu, 16 April 2022

Rumah Impian

 

Rumah Scandinavian by Heliconia
source by google (Rumah Scandinavian by Heliconia

Bukankah setiap orang bebas bermimpi?

Ya, untuk saat ini mimpi saya adalah mempunyai rumah. Lebih tepatnya kami, saya dan suami. Selain kami giat berdoa kepada Maha Pemberi Segalanya, kamipun ikhtiar dengan bekerja keras untuk mendapat rezeki yang berkah.

Setiap lewat rumah yang diidamkan dalam hati saya selalu sholawatin. Amin bil qobul.

Sebenarnya untuk saat ini, untuk mendapatkan sebuah rumah bisa dibilang mudah-mudah saja. Kenapa mudah? Ingat, mudah ya bukan murah. Karena para developer bahkan juga pemerintah mengadakan yang namanya bebas DP. Hanya bayar tanda jadi, biasanya 2 sampai 5 juta, kita sudah bisa menghuni sebuah rumah. Lalu? Ingat itu hanya tanda jadi, di luar harga rumah. Artinya kita akan mengajukan plafond ke bank 100% sesuai harga rumah. Cicilannya? Rumusnya yah semakin DP Anda besar maka cicilannya akan semakin kecil. Kalau bebas DP? Yah begitulah.

Saya yang belum pernah terlibat akad kredit dengan bank, memang agak sedikit berat.

Awal bekerja, dalam hati kecil saya terucap "giat nabung untuk DP rumah". Ternyata mainset itu saya ubah untuk sekarang. Nabung untuk bisa beli rumah. Aamiin.

Semoga ciita-cita ini bisa segera terkabul untuk beberapa tahun ke depan. Aamiin.

Selasa, 15 Maret 2022

Minara Herfa Anak Kedua Ibu dan Bapa

Foto : Uwa Dya

Senin, 14 Maret 2022 - 23:17 WIB.

Lahirlah, seorang bayi perempuan yang manis, cantik, putih, bersih, rambut tebal, bibir merah, pipi berisi dari seorang Ibu yang pernah mengalami stillbirth.

Saat pertama kali Ibu menatap dan memeluk kamu, artinya Alloh sudah menjawab dan mewujudkan semua doa-doa Ibu. Alhamdulillah.

Terima kasih kembali, seperti yang pernah Ibu sampaikan kepada Teteh Ara juga sebelumnya.

Terima kasih telah memilih kami, Ibu dan Bapa untuk menjadi orangtuamu.

Doa Ibu Bapa tumbuhlah jadi anak yang sehat, baik budi pekerti, membawa kebahagiaa, murah rezeki, selalu dalam lindungan Alloh dan dikelilingi orang-orang yang baik.

Jumat, 06 Agustus 2021

Mahasyara Herfa Anak Pertama Ayah dan Ibu

Sayang, ketika Ayah dan Ibu sibuk menyiapkan tabungan dan segala sesuatunya untuk menyambut kamu lahir ke dunia, ternyata kamu memilih untuk menjadi tabungan kami di surga Alloh kelak. InsyaAlloh.

Kamu mengajarkan kami untuk belajar ikhlas.

Alloh Yang Maha Kuasa, Alloh Yang Maha Besar, rasanya berat, dunia terasa berakhir. Kamu lahir di hari ke-7 Nenek kamu ninggalin kami. Nenek memang nunggu kamu lahir sayangku. Iya, Nenek nepatin janjinya untuk gendong kamu terus, sampe Ibu saja gak ngerasain gendong kamu, Nak. Yah, selama ini Nenek selalu bilang ingin ada suara cucu di rumah setiap hari. Dan sekarang Nenek insyaAlloh bahagia di surganya Alloh bersama kamu.

Ibu ini sambil nangis sayangku, kamu pasti lihat. Ibu baru berani. Maafin Ibu cengeng yaa.

Sayangku, Ibu punya kabar bahagia, saat ketik blog ini Ibu sedang mengandung calon Adik kamu sayangku, izinkan Ibu punya anak kedua ya sayangku, doain Ibu dan calon Adik bayi ya. Yeay, kamu jadi Teteh Ara, yaa.

Izinkan Ibu dan Ayah untuk melanjutkan skenario yang sudah Alloh rangkai untuk kami di dunia ini.

Kami tahu, kami hanya tinggal menunggu giliran dipanggil Alloh, doa Ibu hanya kelak kita semua bisa berkumpul di surganya Alloh. Aamiin.

Kamu tetap cinta pertama Ibu.


Alfatihah

Dida Suryawati
Binti
Sudrajat


Mahasyara Herfa
Binti
Muhamad Rizki Farhan

Sabtu, 30 November 2019

Investasiku Selama 3,5 Tahun, adalah...

"Toh wanita sekolah tinggi-tinggi nanti ujung-ujungnya di dapur juga."

Sering banget denger kata-kata di atas. Versi saya, pendidikan adalah investasi yang sangat long lasting dan tidak akan pernah merugi.

Saya yang hidup dengan keluarga yang sangat sederhana dan mungkin berkekurangan, membuat saya berpikir untuk keluar dari zona tersebut. Saya merupakan anak pertama, itupun membuat saya terpacu untuk bisa mandiri. Orangtua sudah membiayai sekolah sampai tingkat SMK, dan untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan sepertinya tidak mungkin, apalagi orang tua masih mempunyai adik yang harus dibiayai sekolahnya.

Dulu ketika saya ingin membeli sesuatu rasanya sulit, kecuali saya harus nabung berbulan-bulan dahulu bahkan tahunan dari uang jajan sekolah yang secukupnya. Umi sering bilang, nanti saat saya sudah kerja  dan dapat penghasilan, saya boleh beli apa yang saya mau. Namun setelah lulus SMK dan alhamdulillah langsung kerja, merasakan sulit dan capeknya mencari uang. Itu membuat saya tidak hedon dalam belanja. Gaji yang saya tabung bisa membuat saya membeli barang yang berguna, seperti HP karena HP sebelumnya tidak bisa WA dan BBM untuk mempermudah komunikasi dan nabung lagi saya bisa beli springbed pertama saya juga karena kasur sebelumnya membuat badan saya sakit setiap bangun tidur. Hehe, kasian banget yaa. Ini singkat ceritanya.

Setelah melewati kurang lebih 3 tahun kerja dan sedikit nabung dengan gaji yang secukupnya, saya memutuskan daftar kuliah, ini sangat nekat sih. Ceritanya sudah pernah saya share juga di blog ini. 

Sekarang ini, setelah 3,5 tahun saya melewati masa-masa perkuliahan. Kalau ditanya uang hasil kerja sejak bertahun-tahun dikemanain, saya jawab saya investasikan. Investasinya berupa pendidikan. 

23 Novmeber 2019. Dengan rasa bangga terhadap diri sendiri (kali-kali ngga apa-apa yaaa), kelulusan ini saya persembahkan untuk orangtua terutama Umi dan Umi Aa (nenek). Dengan harunya, saat saya keluar dari gedung wisuda, Umi langsung meluk dan nangis. Rasanya campur aduk, Umi pasti nangis bahagia. Ini semua berkat dari doa-doa yang Umi selalu panjatkan.

Oiya, saya wisuda setelah 2 bulan menikah, hehe. Alhamdulillah, wishlist sejak saya remaja satu persatu terwujud.

Untuk suami, terima kasih juga kamu yang antar daftar kuliah dan kamu juga yang antar aku wisuda. Artinya kamu juga lulus antar aku lulus kuliah. :*

Banyak yang menawari S2, lanjut jangan niiiih?

Untuk sekarang lagi bahagia dan mau fokus ke rumah tangga dulu kali yaa hehehe

Selasa, 24 September 2019

Resep Bekal - Prekedel, Sambal Goreng Kentang, dan Semur Tempe

Besok bekal apa ya??? Lusa bekal apa juga yaaaa?
Hmm.. problematika istri nih. Hihi

Sejauh ini aku random aja untuk masak setiap harinya baik itu untuk bekal atau makan di rumah.
Jadi aku juga random ulpoad ke kalian ya. Maaf.

Menu kali ini.
Menu wajib yang pasti nasi putih, kali-kali kalau suami dikasih nasi merah mau gak ya? Hehehe.
- Prekedel
 Bahan-bahan :
1. Kentang kukus
2. Bawang merah cincang
3. Bawang putih cincang
4. Garam
5. Merica
6. Bumbu penyedap
7. Telor
8. Minyak goreng

Cara memasak :
1. Hancurkan kentang kukus, dan camourkan bawang merah dan bawang putih cincang yang sudah ditumis. Lalu masukan sedikit garam, merica dan bumbu penyedap.
2. Bentuk bulat-bulat dan sedikit pipihkan.
3. Celupkan ke dalam telur yang sudah dikocok dan diberi garam sedikit.
4. Panaskan minyak lalu goreng sampai warna kecokelatan.
5. Prekedel siap disajikan.

- Sambel Goreng Kentang (karena kehabisan ati ampela di pasar)
Bahan-bahan :
1. Kentang kupas dan potong dadu
2. Bawang merah
3. Bawang putih
4. Cabe merah
5. Garam
6. Gula
7. Bumbu penyedap
8. Daun Salam, jeruk dan sereh
9. Minyak
10. Air

Cara memasak :
1. Panaskan minyak goreng lalu goreng kentang sampai kecoklatan dan matang. Lalu tiriskan.
2. Haluksan bawang merah, bawang putih, dan cabe merah.
3. Sisihkan minyak bekas goreng kentang dan sisakan sedikit minyak, masukan bumbu halus sampai wangi dan masukkan daun salam, jeruk dan sereh. Tunggu sampai wangis kembali. Setelah wangis, masukkan sedikit air dan masukan kentang.
4. Terakhir masukkan garam, gula dan bumbu penyedap dan aduk hingga merata.
5. Sambel goreng kentang siap disajikan.

- Semur Tempe
Bahan-bahan:
1. Tempe yang dipotong persegi
2. Bawang merah
3. Bawang putih
4. Cabe merah
5. Kemiri
6. Kecap manis
7. Garam
8. Gula
9. Bumbu penyedap
10. Merica

Cara memasak:
1. Goreng tempe sampai kecokelatan
2. Haluksan bawang merah, bawang putih, cabe merah dan kemiri.
3. Sisihkan minyak bekas goreng tempe dan sisakan sedikit minyak, masukan bumbu halus sampai wangi. masukkan kecap dan air. Setelah matang masukkan tempe dan tambahkan garam, gula, merica dan bumbu penyedap.
4. Semur tempe siap disajjikan.


Menu kali ini tanpa lauk ya. Hehehehe. Tapi alhamdulillah suami suka. Oiya saya usakan selalu ada buah disetiap bekal yang kami bawa.

Simpel-simpel makanan yang saya masak, seperti yang dilihat dari bumbunya tidak jauh dari bawang merah, bawang putih dan cabe.

Minara 3 Tahun

Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...