Kali ini saya ingin berbagi resep masakan favorit keluarga saya yang berbahan dasar ceker dan sayap ayam. Mungkin sebagian dari kalian ada yang tidak menyukai ceker dikarenakan bentuk ataupun bau amisnya, tapi kalian bisa mengganti ceker dengan sayap ayam. Nah, masakan Ceker Bumbu Merah saya ini tidak berbau amis karena dimasak dengan cara dan bumbu yang tepat. Mau tahu bahan-Bahan dan cara-caranya? Akan saya ceritakan di sini..
Bahan-bahan:
1. Ceker/ sayap ayam ½ kg
2. Jeruk peras 1 buah
3. Cabe merah 3 buah
4. Cabe rawit secukupnya (sesuai tingkat kepedasan masing-masing)
5. Bawah merah 5 siung
6. Bawang putih 3 siung
7. Jahe 1 buah (uk. Jari jempol orang dewasa)
8. Kunyit 1 buah (uk. Setengah jari jempol orang dewasa)
9. Daun salam 2 lembar
10. Garam, gula dan bumbu penyedap secukupnya
11. Minyak 3 sendok makan
Cara-caranya :
1. Rendam ceker/ sayap ayam dengan garam dan air jeruk perasan. Tunggu 15 menit. Ini berfungsi untuk menghilangkan bau amis dari ceker/sayap ayam tadi.
2. Bersihkan ceker/sayap ayam yang sudah direndam dengan air bersih. Lalu pindahkan kewajan dan masak dengan air secukupnya hingga dagingnya lunak.
3. Cuci bersih bumbu. Lalu ulek (lebih enak menggunakan ulekan dibanding dengan blender) bumbu hingga halus, kecuali daun salam.
4. Panaskan minyak untuk menumis bumbu dan tunggu hingga berubah warna dan tercium wangi, jangan lupa masukan daun salam.
5. Setelah itu masukan air secukupnya ke bumbu yang sedang ditumis.
6. Lalu ceker/ sayap yang sudah lunakpun dimasukan kedalam bumbu yang sedang dimasak.
7. Beri garam, gula dan bumbu penyedap secukupnya. Tunggu hingga meresap.
8. Tanpa menunggu lama Ceker Merah Meriah siap dihidangkan.
Bagaimana? Tertarik? Caranya pun begitu mudahkan. Warnanya menarik sekali ya karena tadi dibumbunya menggunakan 3 buah cabe merah besar agar mendapatkan warna merah yang alami, maka dari itu saya sebut Ceker/Sayap Ayam Bumbu Merah karena warnanya yg merah. Dijamin enak apalagi ditemani dengan nasi hangat dan dimakan bersama keluarga/ teman/ kekasih. *hihihihi*
Selamat mencoba...
Senin, 29 Juni 2015
Minggu, 14 Juni 2015
#VisitBogor - Liburan Singkat Puncak - Cipanas
Kesibukan kerja, ditambah persiapan mental dan kondisi psikis (wih hiperbola bangetlah) karena akan mengahadapi bangku kuliah yang mengharuskan saya memilih ikut liburan singkat yang super duper singkat, padat dan dadakan yang kantor adakan ini. Liburan dulu biar dibilang bahagia. Tempat yang dipilihpun ke Puncak dan Cipanas.
Kita berangkatpun setelah pulang kantor dan mandipun di kantor, haha pengalaman pertama nih. Setelah semua siap kami berangkat menuju tempat pertama *di luar cerita betapa macetnya jalanan Bogor-Puncak* yaitu Cimory river side dikarenakan sepulang kantor kita semua cuma cemal-cemil akhirnya makan dulu, di sini dalam rangka ulangtaun Mba Nyunyun dan Mas Chandra. Ceritanya kita ditraktir, makanan yang saya pilih sop iga + nasi untuk menghangatkan tubuh dan mengenyangkan perut. Tak hanya makan dan minum saja, akan tetapi kita banyak mengambil foto namun entah kenapa kita semua lupa gak beli yogurt yang menjadi ciri khas tempat tersebut, mungkin karena keasyikan ngobrol atau karena kekenyangan atau ngantuk karena hari sudah larut malam, entahlah... lupakan...
Setelah puas, kita langsung mencari penginapan karena ternyata memang sudah larut malam. Kita dapat tempat di daerah Cipanas yang cukup nyaman dan yang pasti tidak seram! Akhirnya kami semua istirahat...
Yah namanya juga liburan singkat, padat dan dadakan, pagi datang kamipun siap-siap sarapan dengan memasak mi *maafin aku yaa ruuutt* lalu bergegas mandi dan rapih-rapih namun tak lupa took a photo.
Lalu, langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang dan sempat mengunjungi Mesjid Ata Awun.
Dan tak lama kami berangkat dan terjebak satu jalur *di luar keindahan alam yang selalu saya rindukan ini yang bikin saya malas pergi ke Puncak* tak terasa 1 jam lebih kita terjebak dan akhirnya bisa jalan juga ini mobil. Kita sempat berhenti untuk membeli oleh-oleh, tak banyak yang saya beli dikarenakan masih ada biaya kuliah lagi *nyebutinnya sampe boseeennn* dan diakhiri dengan Ibu Negara mentraktir makan siang ba'so seuseupan yang cukup terkenal di Bogor tercinta ini.
Terima kasih untuk liburan singkat yang sangat cukup singkat ini.
Pesan saya : Jangan lupa bahagia.
Selasa, 02 Juni 2015
Orang Macam Apa Ini?
Sebenarnya gue bingung mau mendeskripsikan tentang watak atau sifat seseorang yang entah disebut seperti apa. Namun hati naluri gue ini pengen banget menulis tentang hal yang membuat gue tertawa ketika mengingat watak orang tersebut, entah kenapa. Oke tanpa menyinggung siapapun yang membaca ini ...
Gue pernah nemuin watak orang yang bisa dibilang plin-plan. Kenapa? Karena (gue ala-ala professor sembari megang kacamata haha) membuat gue muak ketika itu bahkan sampai sekarang. Mari kita bahas, sebagai berikut:
- Selalu ada orang yang mereka sirik-in.
- Mereka semua baik pada semua orang yang sebenarnya mereka sirik-in.
- Selalu berkumpul dengan yang sifat sejenis (genk) hanya sekedar untuk membahas ketika orang yang mereka sirik-in sedang bahagia, tidak terima dengan kebahagian orang tersebut dan mereka ngerumpi.
- Selalu berkumpul untuk membahas ketika orang yang mereka sirik-in sedang sedih, mereka senang dengan kesedihan orang tersebut dan mereka ngerumpi juga.
- Selalu melakukan meet-up dan ketika salah satu dari mereka tidak ikut, di situ kesempatan mereka ngerumpi tentang orang yang tidak ikut tersebut (padahal satu genk). Nah looohh hati-hati buat kalian yang punya genk. Karena pernah ada yang curhat sama gue, kalo dia suka dijadiin bahan rumpi oleh temen genk-nya. Dan akhirnya dia sekarang nggak pernah meet-up dengan genk dia lagi.
- Ketika ada salah seseorang membolos atau melakukan hal apapun (buruk), semuanya mengikuti.
- Mem-bully melalui media sosial dengan merencanakan percakapan satu sama lain yang membuat orang yang mereka sirik-in tersinggung dan mulai terusik.
- Sering memanfaatkan situasi sesuai dengan kebutuhannya, misalnya dia pura-pura baik pada orang yang sebenarnya mereka sirik-in hanya karena ada yang ingin dia manfaatkan.
Cuma segitu sih yang gue tahu tentang arti genk abal-abal yang pernah gue temuin (dulu), gue nggak nge-judge tapi ini pernah gue alamin, namun tidak semua genk seperti yang gue sebutkan di atas kok. Guepun berharap kalian tidak mempunyai temen se-genk yang manis di depan namun najis di belakang.
Mari kita unfriend, unfollow, bahkan block mereka di media sosial kita bahkan hidup kita! *peace*
Minggu, 19 April 2015
Triplex Revolution - Main Guest Star Sheila On 7
Bogor - Gor Pajajaran, 18 April 2015. Seminggu sebelum acara saya dan Mister
Farhan baru tahu kabar tentang acara pensi yang setiap tahun SMAN 3
Bogor rayakan yaitu Triplex Revolution yang salah satu bintang tamunya adalah
band favorit kami berdua yaitu The sigit dan Sheila On 7. Maka dari itu
saya keukeuh harus wajib nonton acara ini.
H-3 tiba-tiba teman kantor saya yang tadinya sudah dapat tiket duluan tidak jadi nonton konsernya dikarenakan dia mendadak dengan temannya mau naik gunung, alhasil dia memberikan tiket tersebut dengan timbal balik saya traktir dia makan siang yang tidak lebih dari Rp. 10.000,- hehehe, Alhamdulillah. Yes, satu tiket sudah di tangan. Maka sayapun langsung mencari informasi presale tiket dan ternyata habis. Tersisa tiket On The Spot. Di hari H, yaitu hari sabtu kebetulan si Mister masuk kuliah pagi, sudah jam 12 si Mister tanpa kabar dan ternyata si Mister setelah selesai kuliah langsung membeli tiket dan taarraaaaa dua tiket sudah di tangan.
Acaranya di Gor A Pajajaran Bogor open Gate-nya jam 12.00, namun si Mister harus pulang dulu untuk siap-siap. Kami berangkat dari rumah pukul 16.10 WIB. Kamipun terjebak macet parah di jalan Batu Tulis, kami gak bisa selap-selip karena si Mister bawa mobil, takut keujanan beliau bilang hehe. Dengan sabar... pukul 17.15, akhirnya kami sampai di lokasi.
Kami langsung mencoba memasuki Gor tempat acara berlangsung *asyiiik*.
Dan ternyata antrian panjang yang kami kira mereka sedang nembeli tiket
ternyata sedang mengantri untuk masuk ke Gor. Oh Tuhan... panjang kali
ini antrian, kami pun mengantri. Saat mengantri si Mister bilang "Nong, liat kenal ga itu?" Aku pun
nengok dan ternyata ada teman SMK kami yang telah lama hilang hahaha
namanya Febriansyah aka Ambon, kamipun sempat berbincang sebentar, dia
baru mau beli tiket ternyata hahaha . Kembali, dengan sabar kami
mengantri. Di luar terdengar suara riuh dari dalam karena acara sudah
dimulai, huh gak sabar. 1 jam berlalu dan akhirnya kami masuk dalam
Gor...
Disambut dengan lagu dari Sore Band. Kami langsung mencari tempat yang nyaman untuk menonton, namun kami sempat ke tribun depan untuk berdiri dan mengambil beberapa foto.
Lalu akhirnya kami memilih di samping kiri panggung. Lumayan jelaslah yaaa untuk melihat Duta SO7 hihihi maksudnya band-band-nya. Acaranya super duper rame!! Nyesel deh kamu yang gak dateng! Lebih dari 4.000 penonton yang hadir saat itu. Bayangkan tadi perjuangan kami mengantri dengan sebegitu banyaknya penonton.
Tapi kebayar dengan acaranya. Karena kami datengnya sore jadi kami cuma sempat lihat perfom dari Sore Band, The Sigit, Cause Band dan Main Guest Star-nya yaitu Sheila On 7.
Ini merupakan acara musik yang paling seru, pecah, nge-hitz yang pernah saya tonton setelah acara musik yang bintang tamunya dari band Sound Full bising asal Bogor *titik dua bintang*.
Semoga kami bisa menonton acara musik berikutnya terutama di Bogor. Thank you Triplex Revolution #triplexfest2015 untuk acara tahun ini.
Photo by : Muhamad Rizki Farhan
H-3 tiba-tiba teman kantor saya yang tadinya sudah dapat tiket duluan tidak jadi nonton konsernya dikarenakan dia mendadak dengan temannya mau naik gunung, alhasil dia memberikan tiket tersebut dengan timbal balik saya traktir dia makan siang yang tidak lebih dari Rp. 10.000,- hehehe, Alhamdulillah. Yes, satu tiket sudah di tangan. Maka sayapun langsung mencari informasi presale tiket dan ternyata habis. Tersisa tiket On The Spot. Di hari H, yaitu hari sabtu kebetulan si Mister masuk kuliah pagi, sudah jam 12 si Mister tanpa kabar dan ternyata si Mister setelah selesai kuliah langsung membeli tiket dan taarraaaaa dua tiket sudah di tangan.
Acaranya di Gor A Pajajaran Bogor open Gate-nya jam 12.00, namun si Mister harus pulang dulu untuk siap-siap. Kami berangkat dari rumah pukul 16.10 WIB. Kamipun terjebak macet parah di jalan Batu Tulis, kami gak bisa selap-selip karena si Mister bawa mobil, takut keujanan beliau bilang hehe. Dengan sabar... pukul 17.15, akhirnya kami sampai di lokasi.
![]() |
Disambut dengan lagu dari Sore Band. Kami langsung mencari tempat yang nyaman untuk menonton, namun kami sempat ke tribun depan untuk berdiri dan mengambil beberapa foto.
Lalu akhirnya kami memilih di samping kiri panggung. Lumayan jelaslah yaaa untuk melihat Duta SO7 hihihi maksudnya band-band-nya. Acaranya super duper rame!! Nyesel deh kamu yang gak dateng! Lebih dari 4.000 penonton yang hadir saat itu. Bayangkan tadi perjuangan kami mengantri dengan sebegitu banyaknya penonton.
Tapi kebayar dengan acaranya. Karena kami datengnya sore jadi kami cuma sempat lihat perfom dari Sore Band, The Sigit, Cause Band dan Main Guest Star-nya yaitu Sheila On 7.
Ini merupakan acara musik yang paling seru, pecah, nge-hitz yang pernah saya tonton setelah acara musik yang bintang tamunya dari band Sound Full bising asal Bogor *titik dua bintang*.
Semoga kami bisa menonton acara musik berikutnya terutama di Bogor. Thank you Triplex Revolution #triplexfest2015 untuk acara tahun ini.
Photo by : Muhamad Rizki Farhan
Sabtu, 11 April 2015
SELAMAT DATANG - Sheila On 7
SELAMAT DATANG
ini lagumu yang ku tuliskan
untuk temani dimana pun kau
tetap semangat jadi dewasa
seperti yang kamu impikan
untuk temani dimana pun kau
tetap semangat jadi dewasa
seperti yang kamu impikan
jangan mengeluh, jadilah tangguh
seperti yang kamu impikan
seperti yang kamu impikan
ooh dimanapun kau berada ooh bahagialah
oooh dimanapun kau berada ooh selamat datang
oooh dimanapun kau berada ooh selamat datang
Tuhan tak akan meninggalkanmu
atas yakinmu sejauh ini
jangan mengeluh, jadilah tangguh
seperti yang kamu impikan
atas yakinmu sejauh ini
jangan mengeluh, jadilah tangguh
seperti yang kamu impikan
oooh dimanapun kau berada ooh bahagialah
oooh dimanapun kau berada ooh selamat datang
oooh dimanapun kau berada ooh selamat datang
for all the good times and all the bad times
i will follow you with this song
for all the good times and all the bad times
i will follow you with this song
i will follow you with this song
for all the good times and all the bad times
i will follow you with this song
for all the good times and all the bad times
i'll follow you
i'll follow you
This song for you, my litle sister Hanifah Nursyifa
Minggu, 29 Maret 2015
#VisitJakarta - Kota Tua & Museum Fattahilah
Sabtu, 07 Maret 2015, rencana untuk berkunjung ke tempat ini sebenarnya sudah direncanakan dari bulan- bulanlalu, namun karena beberapa hal dan menjadi tertunda namun akhirnya kami visit Jakarta juga, asyiiiikkkk *haha lebay*. Tujuan utama kami yaitu Kota Tua Jakarta atau ssering disebut juga Batavia Lama (Old Batavia). Sebenarnya Kota Tua tidak jauh dari kota tempat tinggal kami yaitu Bogor, namun waktu kerja, kuliah dan sesuatu hal yang lain, akhirnya kami baru merealisasikannya sekarang. Selain untuk mencari susasan baru, Farhan (Aang), Deni (Dower) dan Anisa (Ojan) pun sembari ngabulin impian kecil saya yang pengen naik kereta api bingits hahaha... Yes, transportasi yang kami pilih adalah Kereta Api karena kami sudah mumet dengan yang namnya kemacetan, tak hanya praktis naik kereta api juga murah meriah.
Awal mulanya kami mengendarai motor dari rumah masing-masing, kecual saya yang dijemput oleh sang pangeran yakni Farhan *eeaaaa* lalu kami langsung menuju Taman Topi untuk mencari tempatt parkir, setelah itu kami jalan ke Satasiun Bogor dan langsung mengantri untuk membeli tiket dengan harga Rp. 10.000/ penumpang dengan harga sesungguhnya itu cuma Rp. 5.000 karena sebagiannya lagi sebagai jaminan untuk kartunya itu, yang mana nanti pas kita sudah pulang bisa ditukarkan ke loket.
Alhamdulillah-nya, tanpa menunggu lama kereta yang kami akan tumpangi langsung berangkat. Yeeee, naik kereta api... *toyor kepala*. Dari Stasiun Bogor ke Stasiun Jakarta Kota lumayan lama karena itu stasiun terakhir. Setelah kurang lebih 1 jam dengan melewati Stasiun Cilebut, Stasiun Bojong Gede, Stasiun Citayam, Stasiun Depo, Stasiun Depok Baru, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Universitas Indonesia, Unversitas Pancasila dan lebih dari 10 stasiun lagi huh panjang sekali perjalan kami sampe-sampe kita foto-foto, ngemil, ketawa-ketawa dan sempat tertidur, akhirnya kami sampai di stasiun Jakarta Kota.
Nah untuk menuju Kota Tua kita hanya perlu berjalan saja dan taraaaa kami sampai di Kota Tua. Oke, memang panas, gersang, sungainya bau, banyak sampah dan lain-lainnya, namun karena saya berkunjung ke tampat ini ditemani dengan orang-orang konyol yang bisa membuat saya sepanjang perjalanan ketawa terus maka dengan sekejap hal-hal yang buruk tadi berubah menjadi kebahagian *triiiinng*. Karena perut-perut mereka pada bolong maka kami langsung membeli cilok, otak-otak, pecel, es potong, dan es selendang mayang khas Betawi. Setelah perut kami semua terisi penuh kami beristirahat, di sini ada beberapa tempat menarik yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Wayang, untuk lebih lengkapnya boleh dicek di http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tua_Jakarta . Namun, kami memilih Museum Sejarah Jakarta atau yang sering disebut Museum Fattahilah. Karena kami Visit Jakarta- nya hari weekend maka otomatis Kota Tua rame sekali dibanjiri dengan para wisatawan. Semabri nunggu Museum Fattahilah rada sepi maka kami memutus kan mengelilingi Kota Tua dan untuk mencari mushola lalu kami solat dengan tempat yang lumayan membuat merinding *skip*. Lalu kami melanjutkan untuk mengambil beberapa foto (beberapa? padahal banyak bangetsss fotonya haha), karena memang salah satu tujuan kami datang ke sini yaitu hunting foto. Penasaran sama foto-fotonya? Nih.....
Setelah kami puas mengelilingi Museum Fattahillah akhirnya kami memutuskan siap-siap pulang, namun tiba-tiba hujan turun, yes Jakarta adeeeemmm... waktu sudah menunjukan pukul 15.00 seharusnya Museum-nya sudah ditutup namun karena hujan, banyak yang terjebak sambil neduh di dalam akhirnya penjaga Museum-nya mengundurkan jam tutupnya sampai reda hujan. Setelah kurang lebih setengan jam akhirnya hujan reda. Kami pun keluar dari Museum dan tak lupa mengganti sendal dengan sepatu Cinderella hehe maksudnya sepatu yang kita pakai. Kami keluar melalui pintu belakang Museum, di sana pun kami take a photo dulu.
Foto : Dokumentasi Pribadi
Awal mulanya kami mengendarai motor dari rumah masing-masing, kecual saya yang dijemput oleh sang pangeran yakni Farhan *eeaaaa* lalu kami langsung menuju Taman Topi untuk mencari tempatt parkir, setelah itu kami jalan ke Satasiun Bogor dan langsung mengantri untuk membeli tiket dengan harga Rp. 10.000/ penumpang dengan harga sesungguhnya itu cuma Rp. 5.000 karena sebagiannya lagi sebagai jaminan untuk kartunya itu, yang mana nanti pas kita sudah pulang bisa ditukarkan ke loket.
![]() |
| Stasiun Bogor |
![]() |
| Model: Herliana Yuningsih |
![]() |
| Farhan dan Herliana |
![]() |
| Dower dan Ojan |
![]() |
| Kota Tua |
Spotnya klasik banget ya ala prewedding gitu, yaps Kota Tua memang sering dijadikan para pasangan yang akan melaksanakan pernikahan dengan melakukan prewedding di sini.
Setelah kami puas mengelilingi Kota Tua, maka kami mengunjungi Museum Fattahillah. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000/ dewasa kami bisa melihat koleksi- koleksi di daam Museum. Sebelum lebih kami memasuki Museum lebih dalam kami diharuskan mebuka sepatu dengan menggantinya dengan sendal yang berwarna orange ini..ya mungkin karena Jakarta terkenal dengan The Jak- nya kali hehehe
Sendal untuk masuk Museum Fattahilah
Di sini kami bisa belajar banyak sejarah tentang Jakarta, lumayan luas juga Museum- nya. Kami terus berkeliling melihat kirin kanan semuanya penuh dengan benda-benda sejarah. Nih Fotografer pribadi saya yaitu Farhan mengambil beberapa foto..
Setelah kami puas foto-foto, kamipun bergegas ke Stasiun Jakarta Kota lalu beli tiket Kereta api untuk ke Bogor. Yes, visit bogor lagi kota tercintaaa. Kemanapun kami pergi kami tetap menyayangimu goooorrr <3. Dengan kecepatan tinggi kereta api walau sempat delay di Stasiun Depok, pukul 17.10 kami sampai di Stasiun Bogor. Dan kami segera melaksanakan solat *skip* segeeerrr... Tak upa kamipun menukarkan kartu yang awal dengan uang Rp. 5.000, kan lumayan tuh hehe walaupun harus mengantri yang sagat panjang.
Alhmadulillah liburan yang sangat singkat, padat dan mendadak ini akhirnya berakhir dengan kebahagiaan. Thanks to Alloh untuk kesehatan dan rezeki yang Engkau limpahkan pada kami. Terima kasih juga untuk orangtua kami, Farhan My Beloved, Dower dan Ojan juga yang setia menjadi *sensor* yang konyol.
Tunggu cerita saya selanjutnya.
Sekian......
Foto : Dokumentasi Pribadi
Minggu, 15 Februari 2015
#ExploreBogor - Situs Gunung Munara
Kalian sibuk? Butuh liburan? Butuh yang alami? Kalian pecinta alam? Kalian orang Bogor? Tapi kalian gak punya waktu banyak alias so sibuk macam saya? Alaaaahh banyak nanya saya hehe.
Nih, saya punya solusinya.. Kalian gak perlu jauh-jauh keluar kota untuk meng-explore alam, kalian cukup mengunjungi situs Gunung Munara yang terletak di daerah Kampung Sawah, Desa Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Yaaps, lokasi gunungnya cukup mudah ditemukan apalagi ditambah ada bantuan GPS dan para warga yang ramah apabila kita bertanya lokasi Situs Gunung Munara.
Sayapun seperti itu, waktu itu saya dan si Mister tidak mempunyai banyak waktu untuk berlibur, apalagi saya yang ngotot pengen daki. Akhirnya si Mister memutuskan untuk menguji saya mendaki Situs Gunung Munara sebelum mewujudkan keinginan saya mendaki gunung yang lebih tinggi lainnya.Denger-denger ketinggian Situs Gunung Munara + 800-an Mdpl. Gak terlalu tinggi, cocok untuk para pemula seperti saya.
Sebelum memulai pendakian kalian dikenakan biaya parkir 5.000/motor dan tiket 5.000/orang. Waktu untuk mencapai puncakpun hanya butuh + 1 ½ jam saja, tapi tergantung seberapa banyak waktu kamu istirahatnya sih...
Kalianpun tidak perlu takut kelaparan karena di setiap jalan menuju puncak terdapat warung warga, yaa walaupun harganya kurang bersahabat maklum untuk membawa bawaan dagangannya mereka membutuhkan tenaga yang lebih karena beda dibanding warung-warung yang biasa kita temuin dipinggir jalan. Di puncakpun terdapat kambing-kambing yang berkeliaran, entah itu kambing hutan atau kambing warga.
Tapi di sini cukup membuat adrenalin saya teruji, rasa lelah pun seketika hilang dengan melihat asrinya alam sekitar dan banyak terdapat batu-batu besar.
![]() |
| Tapak kaki besar Si Kabayan (katanya) |
![]() |
| Di bawah akar pohon raksasa |
![]() |
| Di dalam Gua Situs Gunung Munara |
![]() |
| Situs Keramat Gunung Munara |
Ketika kalian ingin melihat hamparan hijau di atas puncaknya, kalian harus memanjat tebing batu besar yang lumayan curam namun jangan khawatir di atas tebingnya sudah diikatkan tali panjang untuk mempermudah para pendaki. Sungguh nikmat ketika saya bisa merasakan pendakian ini.
![]() |
| Panjat Tebing Gunung Munara |
![]() |
| Nangkring di Puncak Gunung Munara (1) |
![]() |
| Nangkring di Puncak Gunung Munara (2) |
![]() |
| Pemandangan Kaki Gunung Munara |
Liburan kali ini sangat berkesan dan membuat saya ingin mendaki gunung yang lebih tinggi lagi. Makannya sayang banget kan kalau kamu pergi ke sebuah wisata alam dimanapun berada dengan melakukan pengrusakan alam apalagi buang sampah sembarangan.
Happy Mountaineering!
Langganan:
Postingan (Atom)
Minara 3 Tahun
Jauh-jauh hari Ibu berencana membuat kue sehat ala Ibu, hanya butuh 2 bahan. Ubi dna Cokelat. Selain membuat kue ulang tahun, kami belanja o...
-
"Toh wanita sekolah tinggi-tinggi nanti ujung-ujungnya di dapur juga." Sering banget denger kata-kata di atas. Versi saya, pendidi...
-
Meng-ASI-hi Minara Kembali, kekuatan afirmasi positif. Semua doa-doa baik saya sebutkan sejak Minara belum ada di perut saya. Mungkin kalau ...
-
Kali ini Dede Ara, Ibu dan Bapak akan ajak Uwa Dya ke Aquarium raksasa yaitu Sea World Ancol. Itung-itung dalam rangka ulangtaon Uwa di akhi...












































